Lalu Hardian Ingatkan Pemerintah Tak Gegabah Tutup Prodi yang Dinilai Tak Relevan
DPR ingatkan pemerintah tak gegabah tutup prodi, minta kajian mendalam dan libatkan berbagai pihak.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, merespons rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk menutup sejumlah program studi (prodi) yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan industri di Indonesia.
Pria yang akrab disapa Lalu Ari itu menegaskan bahwa kebijakan strategis seperti penutupan prodi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, langkah tersebut harus didasarkan pada kajian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kemendiktisaintek tidak boleh gegabah dalam menutup prodi. Harus ada kajian mendalam, dan prosesnya perlu melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi, pelaku industri, serta masyarakat,” ujar Lalu Ari, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa perkembangan industri saat ini berlangsung sangat dinamis dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah dinilai tidak bisa secara pasti menentukan jenis industri yang akan berkembang di masa depan.
“Pertumbuhan industri sangat cepat dan dinamis. Pemerintah sendiri belum tentu bisa memprediksi industri apa yang akan muncul ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Lalu Ari mengingatkan bahwa prodi yang saat ini dianggap kurang relevan di dalam negeri belum tentu tidak dibutuhkan secara global. Ia menilai, bisa saja prodi tersebut memiliki relevansi dengan perkembangan industri di luar negeri, meskipun belum berkembang di Indonesia.
“Bisa saja suatu prodi masih relevan dengan industri di luar negeri, tetapi industrinya belum berkembang di Indonesia. Dalam kondisi seperti itu, bukan prodinya yang tidak relevan, melainkan kita yang belum mampu menciptakan ekosistem industrinya,” tegasnya.
Ia pun mendorong pemerintah untuk lebih berhati-hati dan mengedepankan pendekatan berbasis riset sebelum mengambil keputusan penutupan prodi. Selain itu, pemerintah juga diharapkan tidak hanya menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri, tetapi turut berperan aktif dalam mendorong lahirnya industri baru di dalam negeri.
“Perlu kajian yang benar-benar mendalam agar kebijakan yang diambil tidak justru merugikan masa depan pendidikan dan kebutuhan jangka panjang bangsa,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan