Korupsi Makin Mengkhawatirkan, ILUNI UI Usulkan Wajib Cashless dan Transparansi APBN
ILUNI UI usulkan wajib cashless, pembaruan LHKPN, dan transparansi APBN untuk menekan korupsi dan memperkuat akuntabilitas.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Jawa Barat angkatan 1986 Jurusan Elektron, Imam Mahdi, menegaskan bahwa persoalan korupsi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia meskipun era reformasi telah berlangsung hampir 30 tahun.
Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini belum mampu menurunkan tingkat korupsi secara signifikan. Bahkan, ia menilai kondisi korupsi di Indonesia justru semakin mengkhawatirkan.
"Tolong saya tekankan sekali lagi, reformasi sudah hampir tiga dekade, tetapi pemberantasan korupsi makin mengkhawatirkan. Indeks korupsi kita juga masih tinggi," ujar Imam Mahdi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Imam mengusulkan sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah memperkuat transparansi melalui optimalisasi pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Ia menilai pengisian LHKPN harus menjadi syarat mutlak bagi pejabat negara sebelum dilantik. Selain itu, pembaruan data kekayaan pejabat juga perlu dilakukan secara berkala.
"Jangan lantik pejabat jika belum mengisi LHKPN. Kemudian LHKPN harus diperbarui secara rutin, misalnya setiap satu, dua, atau enam bulan sekali," katanya.
Selain itu, Imam juga mendorong pemerintah memperluas penerapan sistem transaksi non-tunai (cashless) dalam berbagai aktivitas keuangan.
Menurutnya, sistem tersebut akan memudahkan pengawasan dan pelacakan aliran dana sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya korupsi.
"Perlu ada penekanan pada sistem cashless sehingga seluruh transaksi dan pembayaran dapat termonitor dengan baik," ujarnya.
Tak hanya itu, Imam juga meminta pemerintah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk anggaran yang dikelola partai politik, APBN, serta berbagai bentuk bantuan dan program pemerintah lainnya.
Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
"Transparansi pengelolaan keuangan negara harus diperkuat agar masyarakat dapat ikut mengawasi dan mendorong terciptanya pemerintahan yang bebas dari korupsi," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·26 menit yang lalu -
NEWSDisindir Said Didu soal LSP, Habiburokhman Singgung Doktrin Perkalian Nol
Herman Saleh Harahap·59 menit yang lalu -
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan