Komisi X Apresiasi Penurunan Angka Putus Sekolah, Pemerintah Diminta Tak Cepat Puas
Komisi X DPR apresiasi penurunan angka putus sekolah, namun pemerintah diminta terus perkuat akses pendidikan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA—Anggota Komisi X DPR Muhammad Hilman Mufidi mengapresiasi capaian pemerintah dalam menurunkan angka putus sekolah pada seluruh jenjang pendidikan dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data tahun ajaran 2020/2021 hingga 2024/2025, angka putus sekolah tercatat mengalami penurunan pada semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Penurunan paling signifikan terjadi pada jenjang SMA dan SMK.
Pada tahun ajaran 2024/2025, jumlah total angka putus sekolah tercatat sekitar 66.866 siswa. Angka tersebut turun sekitar 20,1 persen dibandingkan tahun ajaran 2020/2021 yang mencapai 83.724 siswa.
Hilman menilai capaian tersebut menunjukkan adanya upaya serius pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
“Penurunan angka sekolah" class="article-tag-link" rel="tag">putus sekolah tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya kerja keras pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II itu, Jumat (8/5/2026).
Meski demikian, Hilman mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, angka sekolah" class="article-tag-link" rel="tag">putus sekolah yang masih mencapai puluhan ribu siswa menjadi tantangan besar yang harus terus diatasi secara serius dan berkelanjutan.
“Pemerintah tidak boleh berpuas diri karena angka putus sekolah masih sangat tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus terus bekerja keras untuk menurunkan angka tersebut,” tegasnya.
Hilman menekankan bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan. Karena itu, berbagai faktor penyebab putus sekolah, mulai dari persoalan ekonomi, akses pendidikan, hingga faktor sosial harus ditangani secara komprehensif.
“Jumlah siswa putus sekolah harus dicegah agar anak-anak Indonesia mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik. Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia Indonesia juga akan semakin meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, Komisi X DPR RI akan terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan yang berpihak pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSKejagung Periksa 2 Pegawai Kementerian ESDM dalam Kasus Dugaan Ekspor Ilegal 390 Ton LTJ
hendra·2 menit yang lalu -
NEWSPetugas Potong Pohon Terjatuh di Lapangan Merdeka Binjai, Tangan Patah dan Kepala Luka
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·11 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan