KKP Buka 20 Ribu Lebih Lowongan Awak Kapal, Ini Posisi yang Dibutuhkan
KKP buka 20.094 lowongan awak kapal perikanan untuk program modernisasi. Pendaftaran gratis dibuka 4 Mei–4 Juni 2026.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang kerja besar-besaran dengan merekrut sekitar 20.094 Awak Kapal Perikanan (AKP). Rekrutmen ini menjadi bagian dari program Modernisasi Kapal Perikanan yang melibatkan 1.582 armada dengan berbagai ukuran.
Proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2026 melalui situs resmi KKP https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/akp/. Lowongan ini terbuka untuk masyarakat umum, baik untuk posisi perwira maupun Anak Buah Kapal (ABK).
Kapal yang digunakan dalam program ini memiliki kapasitas beragam, mulai dari 30 GT hingga 500 GT, dengan jenis alat tangkap yang juga bervariasi. Hal ini membuka peluang bagi tenaga kerja dengan berbagai latar belakang dan tingkat keahlian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyusun skema ideal terkait komposisi awak kapal sesuai dengan kebutuhan setiap ukuran kapal.
"Calon pelamar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari taruna dan lulusan lembaga pendidikan KKP maupun non-KKP, hingga tenaga profesional yang sudah atau belum memiliki sertifikasi. Selain itu, masyarakat dari Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi prioritas, khususnya untuk posisi ABK," terangnya dikutip Minggu (3/5/2026).
Menurut Nyoman, setiap posisi di kapal membutuhkan kompetensi berbeda, mulai dari nakhoda, mualim, hingga teknisi mesin dan ABK. Oleh karena itu, KKP berupaya memastikan setiap SDM yang direkrut memiliki kemampuan yang sesuai.
"Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pembekalan berupa pelatihan teknis dan sertifikasi. Materi pelatihan meliputi keahlian nautika, teknika, pengoperasian kapal modern, pengolahan hasil tangkapan, hingga keselamatan dasar di laut," terangnya.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyebut program ini merupakan bagian dari transformasi besar sektor perikanan sesuai arahan Presiden. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing industri perikanan Indonesia di tingkat global.
Ia menegaskan bahwa modernisasi tidak hanya menyasar kapal, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia agar lebih profesional dan produktif.
Latif juga mengingatkan masyarakat bahwa seluruh proses rekrutmen ini tidak dipungut biaya. Ia mengimbau agar calon pelamar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program tersebut.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·8 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·8 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·9 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·10 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·11 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·11 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan