Ketua DPD: Dunia Melayu Islam Harus Jadi Kekuatan yang Meneduhkan Dunia
Sebagai Ketua Dewan Penasihat DMDI Dunia, Sultan menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan kontribusi masyara
JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B. Najamudin menegaskan pentingnya bangsa-bangsa Melayu Islam untuk kembali meneguhkan jati diri sebagai kekuatan moral dan kultural di tengah dunia yang sarat ketidakpastian.
“Kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian, tetapi bangsa Melayu Islam harus menjadi jangkar peradaban, menyatukan iman, budaya, dan kebijaksanaan di tengah gelombang perubahan,” tegas Sultan, Jumat (24/10/2025).
Sebagai Ketua Dewan Penasihat DMDI Dunia, Sultan menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan kontribusi masyarakat Melayu dalam membangun peradaban Islam modern.
“Kita berupaya membangkitkan kembali sejarah kebesaran Melayu yang begitu kaya, bukan hanya dalam bidang sastra, tetapi juga dalam lintasan peradabannya yang panjang. DMDI menjadi wadah penting untuk menyalakan kembali semangat itu,” ujar Sultan.
Sultan menekankan, pertemuan DMDI bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kerja sama lintas bangsa di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial-budaya.
“DPD RI menyambut baik semangat DMDI sebagai jembatan ukhuwah dan penjaga warisan peradaban Melayu-Islam. Kebudayaan bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan kekuatan strategis untuk masa depan,” jelas senator Bengkulu ini.
Sultan juga menjelaskan, DPD saat ini tengah mengembangkan gagasan Green Democracy, konsep demokrasi berkelanjutan yang menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian lingkungan. Menurutnya, demokrasi hijau berpijak pada nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, termasuk peran masyarakat adat yang selama ini menjaga harmoni antara manusia dan alam.
“Sebagai bentuk komitmen nyata, DPD RI telah mengajukan RUU Masyarakat Hukum Adat dalam Prolegnas 2025. Kami ingin memastikan negara hadir melindungi hak, budaya, dan wilayah hidup masyarakat adat di seluruh Indonesia,” terang Sultan.
Sultan menuturkan, sejak berdiri pada tahun 2000, DMDI terus berkembang menjadi forum strategis yang mempererat hubungan antarnegara berakar budaya Melayu di berbagai belahan dunia. Ia menyebut DMDI menargetkan kunjungan ke 23 negara yang memiliki jejak dan warisan budaya Melayu.
“Kami ingin memastikan kebesaran sejarah Melayu tidak sekadar dikenang, tapi terus dihidupkan sebagai warisan bersama yang relevan dengan zaman,” tegas Sultan.
Sultan berharap pertemuan DMDI ke-23 ini dapat menjadi momentum memperkuat jejaring dan kolaborasi global masyarakat Melayu Islam. Ia pun menyerukan semangat Hang Tuah yang abadi.
“Takkan Melayu hilang di bumi, selama marwah dijunjung, nilai dijaga, dan persaudaraan kita tegakkan sebagai warisan peradaban dunia,” serunya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·20 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·33 menit yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Dorong KAI Tambah Armada KRL Jabodetabek
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELTNI dan Pemko Palembang Gelar Gotong Royong Bersihkan Aliran Sungai Sekanak
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODasco Minta Komisi III Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
-
NEWSPolri Perkuat Tata Kelola Institusi Lewat Buku Police Governance
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Kemacetan, Pemko Palembang Bakal Tertibkan Pasar Tradisional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran di Padangsidimpuan Hanguskan 9 Rumah, 1 Meninggal Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan