Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kemenimipas Prioritaskan Reformasi Birokrasi dan Penguatan Integritas Pegawai di Tahun 2026

Kemenimipas fokus reformasi birokrasi 2026, Abdullah Rasyid tekankan integritas pegawai demi layanan publik profesional dan akuntabel.

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir H Abdullah Rasyid ME, menegaskan bahwa penguatan integritas pegawai menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, modern, responsif, dan akuntabel.(foto:istimewa)
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir H Abdullah Rasyid ME, menegaskan bahwa penguatan integritas pegawai menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, modern, responsif, dan akuntabel.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Kementerian dan () memasuki 2026 dengan membawa semangat dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada deklarasi atau penandatanganan janji kinerja, melainkan bagaimana seluruh jajaran mampu membuktikannya dalam pelayanan sehari-hari kepada masyarakat.

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir H Abdullah Rasyid ME, menegaskan bahwa penguatan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, modern, responsif, dan akuntabel.

Menurutnya, integritas tidak lagi cukup dipahami sebagai slogan birokrasi, tetapi harus tercermin dalam disiplin, kecepatan pelayanan, hingga kemampuan menekan potensi penyimpangan di lapangan.

yang baik tidak cukup hanya dengan sistem yang canggih, tetapi juga membutuhkan aparatur yang jujur, disiplin, dan memiliki semangat melayani. Integritas pegawai harus menjadi fondasi utama,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Abdullah Rasyid menilai, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan modernisasi layanan dan digitalisasi sistem, tetapi juga bagaimana seluruh jajaran mampu menjaga profesionalisme dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Tahun ini, Kemenimipas menargetkan pelaksanaan 15 Program Aksi sebagai kelanjutan dari program strategis sebelumnya. Seluruh perjanjian kinerja diarahkan untuk mendukung target tersebut, mulai dari peningkatan layanan , reformasi , penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas SDM.

Namun ia mengingatkan, janji tidak boleh berhenti pada seremoni dan dokumen administratif semata. Publik saat ini semakin kritis terhadap kualitas pelayanan, terutama di tengah tuntutan pelayanan yang cepat, transparan, responsif, dan bebas dari praktik penyimpangan.

“Kepercayaan publik menjadi modal terbesar Kemenimipas. Jika pelayanan baik, cepat, dan bersih, maka citra institusi juga akan semakin kuat,” katanya.

Karena itu, Abdullah Rasyid mendorong seluruh kantor wilayah dan UPT (lapas, rutan, dan kantor imigrasi) di daerah untuk memperkuat budaya kerja profesional, meningkatkan kualitas SDM, memperketat , serta memanfaatkan teknologi pelayanan secara optimal.

"Tahun 2026 harus menjadi momentum penting bagi Kemenimipas untuk membuktikan bahwa reformasi birokrasi benar-benar berjalan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat," pungkasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru