Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kelangkaan BBM Bio Solar di Pasaman Barat: Antrian Panjang, Harga Pengecer Meroket

Kelangkaan Bio Solar di Pasaman Barat picu antrean panjang di SPBU dan harga BBM subsidi di pengecer melonjak tajam.

Antrean di SPBU Simpang Empat seiring kelangkaan BBM.(foto: istimewa)
Antrean di SPBU Simpang Empat seiring kelangkaan BBM.(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, -Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM merespons keluhan warga terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis dengan melakukan inspeksi mendadak ke .

Tim menemukan antrean panjang kendaraan diesel di lokasi. Pihak SPBU membenarkan kondisi tersebut, namun menyebut hal serupa terjadi hampir di seluruh SPBU di .

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pasbar, , menjelaskan kuota penyaluran Bio Solar untuk SPBU Simpang Empat tidak berkurang.

“Kuota tetap 16 ton per hari. Tidak ada pengurangan alokasi dari Pertamina,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Lonjakan permintaan terjadi akibat selisih harga yang besar antara Bio Rp6.800 per liter dengan non-subsidi yang mencapai Rp27.150 per liter. Banyak kendaraan yang seharusnya menggunakan Dexlite beralih ke Bio Solar.

Di lapangan, lanjutnya, renovasi bangunan juga mengurangi kapasitas kendaraan yang bisa antre di dalam area SPBU. Akibatnya, kendaraan mengular hingga ke jalan umum. 

Di tengah kelangkaan di SPBU, justru tersedia di kios pengecer dengan harga Rp12.000–Rp15.000 per liter. Padahal, harga resmi subsidi jauh lebih rendah.

Pihak manajemen SPBU menegaskan penyaluran Bio Solar dilakukan sesuai aturan. Setiap pembelian wajib menggunakan barcode kendaraan, dan satu barcode hanya berlaku satu kali dalam sehari. Untuk menjaga ketertiban, SPBU juga berkoordinasi dengan Polsek setempat agar antrian berjalan tertib dan mengurangi potensi kemacetan serta percaloan.

Agusli menyatakan Pemda Pasbar akan menindaklanjuti temuan ini ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan .

“Kami akan mengusulkan solusi berupa penambahan kuota sementara dan penguatan pengawasan distribusi agar tepat sasaran,” katanya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait