Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kejari Madina Respon Kekeringan di 3 Kecamatan

Terkait adanya pemberitaan viral kekeringan saluran irigasi yang berdampak pada lahan pertanian warga, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing

Bagikan:
Tim Kejari Madina melakukan survey lokasi irigasi yang diduga menjadi penyebab kekeringan di 3 Kecamatan di Madina, Rabu (9/7/2025). (Foto: istimewa).
Tim Kejari Madina melakukan survey lokasi irigasi yang diduga menjadi penyebab kekeringan di 3 Kecamatan di Madina, Rabu (9/7/2025). (Foto: istimewa).
A A

nusantaraterkini.co,  - Terkait adanya yang pada , () (Madina) langsung dan dengan memerintahkan , W. Banjarnahor, S.H., M.H., bersama tim Intelijen Kejari Mandailing Natal, melakukan pemantauan langsung saluran irigasi pada Rabu (9/7/2025).

Adapun lokasi peninjauan berada di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Hutabargot. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Kejaksaan terhadap keluhan masyarakat, sekaligus sebagai wujud dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dalam hal ketahanan pangan serta pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap permasalahan yang pada kesejahteraan publik.

Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, diketahui bahwa keringnya saluran irigasi disebabkan oleh kerusakan saluran air serta penumpukan lumpur sedimen yang menyumbat jalur aliran air ke area persawahan.

"Permasalahan ini perlu segera ditangani secara cepat dan tepat dengan melibatkan seluruh stakeholder baik masyarakat maupun OPD terkait karena apabila dibiarkan maka akan berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Naga Juang, Kecamatan Hutabargot, dan Kecamatan Panyabungan Utara," ungkap Kasi Intel Kejari melalui siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (10/7/2025). 

"Memang benar banyak sawah kering, masyarakat tidak bisa menanam padi karena air tidak ada. Apabila kondisi ini berkelanjutan maka dipastikan akan terjadi gagal panen, apabila terjadi gagal panen maka berakibat pada kekurangan gabah atau beras yang ujung-ujungnya meningkatkan harga pangan, hal ini perlu di perhatikan karena merugikan masyarakat," sambungnya.

Kejaksaan Negeri Mandailing Natal juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk bersama-sama mencari solusi, salah satunya dengan mengangkat material yang menyumbat saluran irigasi. Tindakan cepat ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas para petani di wilayah terdampak.

"Saya tadi sudah berkomunikasi dengan BWS, semoga dalam waktu dekat mereka melakukan aksi nyata untuk mengangkat material tersebut," tutur . 

(Mra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait