Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kasus Kecelakaan di Muratara Naik ke Tahap Penyidikan, Polisi Gandeng Dishub Cek Izin Bus ALS

Kasus kecelakaan maut Bus ALS di Muratara naik ke tahap penyidikan, polisi gandeng Dishub cek izin dan kelaikan armada.

Bagikan:
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Jumat (15/5/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Jumat (15/5/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Wakapolda Sumsel menyatakan bahwa penanganan kasus Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten (Muratara) resmi naik ke tahap penyidikan setelah dilakukan asistensi bersama tim Korps Lalu Lintas Polri.

“Terkait dengan proses penyelidikan, dapat kami sampaikan bahwa tim penyelidik lalu lintas dari Polda Sumatera Selatan dibantu tim TAA dari Korps Lalu Lintas Polri, saat ini proses penanganan sudah naik ke tahap penyidikan,” ujar Wakapolda Sumsel , Sabtu (16/5/2026).

Selain meningkatkan status hukum perkara, pihak kepolisian kini menggandeng Dinas Perhubungan () guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait kelaikan armada serta kelengkapan dokumen perizinan dari bus naas tersebut.

“Terkait kendaraan apakah layak atau tidak layak, serta masalah perizinan, nanti akan kita komunikasikan dengan dinas perhubungan,” katanya.

Rony menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal dari keterangan saksi-saksi yang berhasil dihimpun, benturan maut antara bus dan truk tangki tersebut diduga kuat dipicu oleh upaya sopir yang mendadak mengubah arah kendaraan demi menghindari kerusakan pada permukaan jalan.

“Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, terjadinya kecelakaan ini akibat driver atau pengemudi menghindari lubang yang ada di jalan,” ujarnya.

Kendati demikian, polisi masih mendalami seluruh rangkaian kronologi sebelum melakukan penetapan tersangka resmi melalui mekanisme gelar perkara bersama jaksa penuntut umum.

Hingga saat ini, tim (TAA) juga masih terus menganalisis titik awal munculnya kobaran api yang membakar kendaraan, di mana dugaan sementara bersumber dari area tangki bahan bakar pascabenturan terjadi.

Di sisi lain, kepolisian telah mengantongi data manifest penumpang sementara dari keterangan seorang saksi selamat bernama Fadli, yang merinci asal keberangkatan penumpang yakni dua orang dari Pati, lima orang dari Semarang, tiga orang dari Tegal, dan tiga orang dari Lampung.

Data manifest perjalanan tersebut kini terus dicocokkan oleh penyidik bersama Tim DVI guna mengidentifikasi tiga jasad korban tersisa yang pengujian sampel DNA-nya masih diproses secara ilmiah di laboratorium forensik. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait