Kasus Covid-19 Melonjak di Asia, DPR: Jangan Sampai Kita Gagap
Kami mendorong Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran di lapangan untuk segera melakukan penguatan sistem surveilans epidemiologi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem surveilans epidemiologi usai Covid-19 melonjak di Asia.
Ia mengatakan perlunya sistem deteksi yang cepat dan akurat untuk mencegah penularan.
“Pertama, kami mendorong Kementerian Kesehatan dan seluruh jajaran di lapangan untuk segera melakukan penguatan sistem surveilans epidemiologi. Ini penting agar setiap kasus bisa terdeteksi cepat, ditangani tepat, dan tidak berkembang menjadi transmisi komunitas yang masif,” ujar Ashabul Kahfi, Jumat (6/6/2025).
Baca Juga: Dinkes Siapkan Edaran Antisipasi dan Kewaspadaan Covid-19 di Sumut
Ashabul juga mengingatkan pemerintah kembali meningkatkan komunikasi publik mengenai kenaikan kasus Covid-19 di RI. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi utuh dari pemerintah.
“Kedua, pemerintah perlu menghidupkan kembali komunikasi risiko yang efektif ke publik. Jangan menunggu eskalasi kasus baru bergerak. Masyarakat harus diberi informasi yang jernih, soal varian yang beredar, gejala-gejalanya, dan protokol pencegahan yang disesuaikan,” katanya.
Lebih lanjut, Ashabul meminta pemerintah harus memastikan kesiapan rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.
“Ketiga, kami mengingatkan pentingnya kesiapan fasilitas layanan kesehatan, termasuk ketersediaan alat pelindung diri, kapasitas testing, serta dukungan untuk tenaga kesehatan. Jangan sampai kita kembali gagap seperti awal pandemi lalu,” tambahnya.
Politisi PAN ini mengimbau masyarakat agar tetap waspada penularan Covid-19. Di sisi lain, dia juga menegaskan pihaknya terus memantau langkah-langkah strategis pemerintah.
Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Muncul, Legislator: Alarm Kesehatan Bagi Masyarakat untuk Waspada
“Komisi IX akan terus memantau dan mendesak langkah-langkah strategis dari pemerintah, karena kita tentu tidak ingin ada kejadian luar biasa yang membuat aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan kembali terganggu,” kata Ashabul.
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Senin (2/6/2025) melaporkan temuan 7 kasus baru Covid-19 sehingga terdapat total kasus sebanyak 72 pasien sepanjang 2025. Kemenkes juga melaporkan positivity rate Covid-19 saat ini naik menjadi 2,05 persen, dari sebelumnya yang berada di bawah angka 1 persen.
Adapun Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran bernomor SR.03.01/C/1422/2025 yang terbit pada Jumat, 23 Mei 2025. Surat itu menyebutkan varian Covid-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hong Kong JN.1, dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1). Sementara varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
Kemenkes menjelaskan surat edaran itu bertujuan guna meningkatkan kewaspadaan Covid-19 maupun penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa)/wabah lainnya bagi Dinas Kesehatan, UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan, UPT Bidang Laboratorium Kesehatan Masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan dan para pemangku kepentingan.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·16 menit yang lalu -
OLAHRAGABigetron by Vitality Juara MPL ID S18 Usai Tekuk NAVI
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·46 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan