Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kaisar Abu Hanifah: PHK Krakatau Osaka Steel Alarm Bahaya Industri Baja

Anggota Komisi VII DPR Kaisar Abu Hanifah, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan industri baja nasional

Kaisar Abu Hanifah disela-sela Raker Komisi VII DPR (foto:istimewa)
Kaisar Abu Hanifah disela-sela Raker Komisi VII DPR (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – , mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan yang saat ini tengah menghadapi tekanan berat akibat membanjirnya .

Menurut Kaisar, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa ratusan pekerja di menjadi sinyal serius melemahnya sektor manufaktur nasional.

“PHK di ini adalah alarm bahwa sedang tidak baik-baik saja. Jika pemerintah tidak segera turun tangan membentengi pasar domestik dari gempuran barang impor, ancaman PHK massal akan meluas ke sektor industri strategis lainnya,” ujar Kaisar, Sabtu (9/5/2026).

Ia mengungkapkan, industri baja domestik kini tertekan oleh derasnya arus baja impor, khususnya dari China, yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan biaya produksi baja lokal. Kondisi tersebut membuat pabrik-pabrik dalam negeri kehilangan daya saing dan terpaksa melakukan efisiensi.

Berdasarkan data Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), porsi baja impor diperkirakan akan menguasai hingga 55 persen kebutuhan nasional pada 2026. Sementara itu, volume impor baja pada triwulan III 2025 tercatat mencapai 4,83 juta ton atau meningkat 15,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Akibat lonjakan impor tersebut, tingkat utilisasi pabrik baja nasional kini turun drastis dan hanya beroperasi sekitar 50 persen dari kapasitas produksi.

Kaisar menegaskan, industri baja merupakan sektor strategis yang memiliki peran penting dalam menopang pembangunan nasional. Karena itu, negara dinilai perlu hadir untuk melindungi industri dalam negeri dari praktik perdagangan yang tidak sehat.

“Industri baja adalah sektor strategis yang menopang banyak bidang pembangunan. Negara harus hadir melindungi industri nasional dari praktik perdagangan yang tidak adil. Kita tidak boleh membiarkan pasar lokal dikuasai produk luar sementara buruh kita kehilangan pekerjaan,” tegas legislator dari daerah pemilihan Yogyakarta tersebut.

Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah taktis, antara lain dengan memperketat kebijakan impor melalui hambatan non-tarif dan penguatan instrumen perlindungan perdagangan.

Selain itu, Kaisar juga mendorong pemerintah mewajibkan penggunaan produk baja dalam negeri pada seluruh proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta secara berkelanjutan, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Menurutnya, lemahnya permintaan domestik yang dibarengi tingginya ketergantungan terhadap impor telah menempatkan pelaku industri nasional dalam posisi sulit.

“Industri baja butuh keberpihakan kebijakan. Optimalisasi penggunaan produk dalam negeri harus dilakukan secara konsisten agar investasi terjaga dan masa depan para pekerja terlindungi,” pungkas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tersebut. 

(LS/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait