Iran Desak OKI Gelar Pertemuan Luar Biasa soal Krisis Kemanusiaan di Gaza
Pertemuan tersebut diharapkan membahas koordinasi untuk pengiriman bantuan kemanusiaan sesegera mungkin ke Gaza
Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menyerukan penyelenggaraan pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait "bencana" kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran pada Kamis (7/8).
Dia menyampaikan permintaan tersebut pada Rabu (6/8) melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) OKI Hissein Brahim Taha, Menlu Turkiye Hakan Fidan, dan Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, ungkap pernyataan Kemenlu Iran.
Baca Juga : Jerman Bekukan Ekspor Militer ke Israel terkait Situasi Kemanusiaan di Gaza
Pertemuan tersebut diharapkan membahas koordinasi untuk pengiriman bantuan kemanusiaan sesegera mungkin ke Gaza, penerapan sikap bersatu serta langkah-langkah konkret untuk menghentikan "agresi Israel" dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas agresi tersebut, juga pentingnya mempertahankan hak-hak rakyat Palestina, serta isu-isu lainnya, kata pernyataan itu.
"Apa yang terjadi di Gaza bukanlah sekadar krisis kemanusiaan, melainkan pembantaian sistematis terhadap populasi sipil yang terkepung. Skala dan tingkat keparahan kejahatan yang dilakukan menuntut pengambilan tindakan segera dan terkoordinasi," ujar Araghchi dalam suratnya.
Dia menyebut situasi di Gaza sebagai "genosida", dan menuduh Israel memiliki "niat strategis dan ilegal" untuk menduduki kembali dan sepenuhnya menganeksasi Gaza.
Sedikitnya 9.752 warga Palestina tewas dan 40.004 lainnya luka-luka sejak Israel melanjutkan serangan intensifnya di Gaza pada 18 Maret, menambah total korban tewas sejak Oktober 2023 menjadi 61.258, dan korban luka-luka menjadi 152.045 orang, urai otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Kamis.
Baca Juga : Pengiriman Bantuan Kemanusiaan Gabungan Lewat Udara Dilakukan di Gaza
Empat kematian baru akibat kelaparan dan malanutrisi tercatat dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah total korban tewas akibat kondisi tersebut sejak Oktober 2023 bertambah menjadi 197 orang, termasuk 96 anak-anak, sebut otoritas itu.
Pada Selasa (5/8), beberapa media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan mengumumkan rencana untuk sepenuhnya menduduki Gaza.
(fer/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKabut Asap Ganggu 31 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang
Herman Saleh Harahap·26 menit yang lalu -
-
PENDIDIKAN"Spark Go To Campus", Rico Waas Tekankan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSMSI Madina Desak APH Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Ringkus 44 Tersangka Kasus Curas dan Curat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
RELIGIIbadah Minggu Keluarga HKBP Pasar Melintang Berlangsung Khidmat, Persembahan Pujian Wijk 2 Pererat Persekutuan
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONAL480 SPPG Baru Resmi Beroperasi, Total Dapur MBG di Indonesia Tembus 27.022 Unit
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHerman Deru Siap Cabut Izin Usaha Perusahaan yang Abai Terhadap Penanganan Karhutla
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANWali Kota Medan Dorong Al Washliyah Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan