Imbas Kebijakan Efisiensi, Realisasi Belanja Negara di Sumsel Turun Rp4,6 Triliun
Belanja negara di Sumsel turun Rp4,6 T akibat efisiensi pusat & absennya Pemilu. Simak rincian DJPb Sumsel
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat realisasi belanja negara di wilayah Sumsel sepanjang tahun 2025 mencapai Rp48,2 triliun.
Angka ini melambat 8,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran pusat dan absennya agenda politik nasional.
Meskipun secara persentase serapan anggaran mencapai 95,3 persen dari target, kontraksi paling dalam terjadi pada komponen belanja pemerintah pusat yang anjlok hingga 26,97 persen secara tahunan (year on year).
Penurunan ini dipicu oleh penahanan belanja modal dan barang di awal tahun serta selesainya penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang pada tahun sebelumnya menjadi motor penggerak utama realisasi anggaran.
“Kontraksi belanja pemerintah pusat dipengaruhi kebijakan efisiensi di awal tahun yang menahan realisasi belanja barang dan belanja modal. Selain itu, pada 2025 juga tidak ada agenda penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada seperti pada 2024,” ujar Kepala Kanwil DJPb Sumsel, Rahmadi Murwanto, Jum’at (13/3/2026).
Berbeda dengan belanja pusat, kinerja Transfer ke Daerah (TKD) justru menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar Rp33,7 triliun atau tumbuh 2,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rahmadi merincikan, belanja pegawai masih mendominasi dengan Rp6,59 triliun, sementara dari sisi TKD, Dana Alokasi Umum (DAU) menyerap Rp13,8 triliun dan Dana Desa tersalurkan sebesar Rp2,27 triliun.
Namun, Rahmadi memberikan catatan khusus mengenai implementasi program prioritas baru yang dinilai masih lambat meskipun telah dilakukan refocusing anggaran.
Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebutnya masih dalam tahap awal sehingga belum mampu mendongkrak realisasi belanja secara signifikan di daerah.
“Di satu sisi anggaran dihemat untuk mendukung program prioritas, tetapi implementasinya masih berjalan lambat. Program MBG belum berjalan luas, sementara KDMP juga masih dalam tahap pembentukan,” tuturnya.
Menutup keterangannya, DJPb Sumsel menekankan pentingnya percepatan eksekusi program di level satuan kerja agar anggaran yang sudah dialokasikan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumsel secara luas.
“Perubahan prioritas sempat membuat realisasi melambat. Namun, pemerintah pusat tetap menyalurkan TKD yang cukup besar sehingga kinerja belanja secara keseluruhan masih mencatatkan kenaikan tipis pada komponen daerah,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKomisi XIII DPR Desak Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar Jika Terbukti Tak Sesuai Aset
Fadli Tara·4 menit yang lalu -
KRIMINALDua Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo Ditembak Polisi: Berusaha Kabur Saat Akan Diringkus
hendra·13 menit yang lalu -
NEWS VIDEODetik-detik Polisi Ringkus 2 Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo
Fadli Tara·19 menit yang lalu -
SUMSELDitresnarkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu dan Ratusan Pil Happy Five di Muba
hendra·46 menit yang lalu -
KRIMINAL3.578 Burung Liar Diselundupkan dari Kalimantan ke Madura, 2 Orang Jadi Tersangka
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALEdarkan Narkoba di Binjai, Remaja 18 Tahun Asal Padang Lawas Diringkus Polisi, 8 Paket Sabu Disita
hendra·1 jam yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Singkirkan Filipina dan Tembus Semifinal Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Menguat, Naik Rp15 Ribu ke Rp2.595.000 Per Gram: Buyback Ikut Melonjak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEO10 dari 13 Bangunan di Lapas Cibinong Diduga di Luar Aset, Komisi XIII: Bongkar!
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada Influenza A, RSU Haji Medan Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan