Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ikhtiar Langit dan Bumi: Sumsel Gelar Salat Istisqa Usai Puluhan Kali Operasi Modifikasi Cuaca

Pemprov Sumsel gelar Salat Istisqa usai 95 kali Operasi Modifikasi Cuaca demiatasi karhutla dan kekeringan

Gubernur Sumsel, Herman Deru melakukan solat Istisqo yang diikuti oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, personel TNI dan Polri, tokoh masyarakat, hingga warga umum di halam Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumsel, Herman Deru melakukan solat Istisqo yang diikuti oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, personel TNI dan Polri, tokoh masyarakat, hingga warga umum di halam Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar , di Griya Agung Palembang, Selasa (25/8/2026).

Hal itu dilakukan untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi karhutla meski telah memadukan ikhtiar teknis lewat 95 kali Operasi (OMC).

“Setelah upaya-upaya kita secara lahiriah kita laksanakan dari tingkat desa sampai Presiden membantu kita. Satgas tingkat provinsi, tingkat kabupaten, kota sudah bergerak,” ujar Gubernur Sumsel, , Selasa (25/8/2026).

Deru menyebutkan, salat meminta hujan yang digelar di halaman Griya Agung Palembang tersebut berlangsung dengan khusyuk.

Agenda ibadah bersama ini diikuti oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, personel TNI dan Polri, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan teknis manusia semata dalam menghadapi bencana kekeringan tanpa memohon pertolongan dari Yang Mahakuasa.

"Kita tentu tidak boleh terlalu percaya diri dengan upaya tanpa ada ridha Allah subhanahu wa ta'ala. Untuk itu kita mohon ridha, mohon ampun, mohon diberikan hujan," imbuhnya.

Ia menegaskan, guyuran hujan yang diharapkan turun tidak sekadar bertujuan untuk melenyapkan paparan kabut asap akibat karhutla. Lebih dari itu, presipitasi air hujan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih dan penghidupan warga yang terdampak kemarau panjang.

"Bukan hanya untuk menghilangkan asap, tetapi kelangsungan kehidupan," tegasnya.

Atas dasar itu, Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota menggelar gerakan doa bersama serupa.

“Saya harapkan Forkopimda kabupaten kota, para bupati, wali kota beserta Forkopimdanya melaksanakan juga di kabupaten kota,” tuturnya.

Di samping ikhtiar doa, bersama terus bersiap melakukan penyemaian garam kembali pada Jumat, 28 Agustus 2026 mendatang.

Langkah penyemaian di awan potensial tersebut diambil berdasarkan hasil prediksi yang mendeteksi adanya pergerakan awan mengandung air di wilayah Sumsel.

“Tanggal 28 diperkirakan akan ada awan yang mengandung air. Menurut perkiraan BMKG, di situlah saat tepatnya kita menabur garam lagi melalui OMC,” katanya.

Ia berharap guyuran hujan yang tercipta nantinya dapat bertahan lama dan menyebar merata di seluruh wilayah Sumatera Selatan demi menekan potensi titik panas.

“Kita berdoa hujannya tetap turun di Sumatera Selatan, enggak ke mana-mana,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru