Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound Tipis, Ini Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG diproyeksi bergerak terbatas. Kiwoom Sekuritas rekomendasikan saham AADI, CUAN, HMSP, dan TLKM di tengah tekanan pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/4/2026) diperkirakan masih menghadapi tekanan, meski secara teknikal terbuka peluang untuk menguat terbatas.

Pada sesi sebelumnya, IHSG berhasil ditutup naik 0,41% ke level 7.101. Namun, sentimen pasar belum sepenuhnya kondusif seiring aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp986 miliar. Tekanan jual terutama masih terlihat pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA).

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai bahwa peluang penguatan IHSG masih bersifat terbatas dan belum menunjukkan tren yang kuat.

Menurutnya, pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati (wait and see) di tengah berbagai tekanan eksternal. Salah satu faktor yang membebani adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.351 per dolar AS.

“Kondisi ini membuat pergerakan pasar cenderung melambat, sehingga investor perlu lebih selektif dalam mengambil posisi,” ujarnya.

Di tengah volatilitas yang masih tinggi, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek:

1. AADI

Entry Buy: 11.000–11.300

Target Price: 11.650–12.000

Support: 10.850–11.000

Cut Loss: 10.800

2. CUAN

Entry Buy: 1.265–1.300

Target Price: 1.340–1.380

Support: 1.250–1.265

Cut Loss: 1.240

3. HMSP

Entry Buy: 755–775

Target Price: 800–825

Support: 745–755

Cut Loss: 735

4. TLKM

Entry Buy: 2.800–2.870

Target Price: 2.960–3.050

Support: 2.750–2.800

Cut Loss: 2.730

Investor diingatkan untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi manajemen risiko, mengingat kondisi pasar yang masih fluktuatif serta dipengaruhi faktor global.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait