Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpeluang Menuju 9.000? Ini Sektor Saham yang Diprediksi Jadi Penopang di 2026

IHSG berpeluang menuju 9.000 pada 2026. Sektor perbankan, energi, dan emas diprediksi jadi penopang di tengah sentimen global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang kuartal I 2026 masih berada dalam tekanan. Sejumlah sentimen global, terutama ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, menjadi faktor utama yang menahan laju penguatan pasar saham domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (), IHSG tercatat melemah hingga 17,81% dan ditutup di level 7.106,83 pada perdagangan 17 Maret 2026.

Chief Operating Officer , Ni Putu Kurniasari, menilai pergerakan IHSG masih akan menghadapi tantangan pada semester pertama tahun ini. Menurutnya, ketidakpastian tidak hanya datang dari arah kebijakan fiskal, tetapi juga dari dinamika global yang belum stabil.

“Semester pertama masih penuh tanda tanya. Namun, jika kebijakan fiskal pemerintah dapat memberikan sinyal positif dan konflik global mereda, maka peluang perbaikan di semester kedua akan terbuka lebih lebar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kinerja emiten yang mulai menunjukkan perbaikan juga berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar. Selain itu, tren suku bunga yang cenderung rendah dinilai dapat mendorong minat investor untuk kembali masuk ke pasar saham.

Dalam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan memiliki peluang untuk menguat hingga akhir 2026, bahkan membuka jalan menuju level psikologis 9.000 jika berbagai sentimen pendukung terealisasi.

Dari sisi sektoral, diperkirakan akan menjadi tulang punggung penguatan IHSG. Selain karena valuasi yang relatif murah, sektor ini juga menawarkan imbal hasil dividen yang menarik, berkisar 8–9%.

“Sektor perbankan saat ini masih tertinggal, tetapi memiliki potensi rebound lebih cepat. Valuasi saham Indonesia juga masih tergolong murah, sehingga berpeluang menarik arus masuk dana asing,” jelasnya.

Tak hanya perbankan, sektor energi serta komoditas emas juga diprediksi menjadi penopang utama, seiring tingginya permintaan global dan dinamika harga komoditas.

Sementara itu, analis , Herditya Wicaksana, melihat adanya potensi penguatan jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam sebelumnya.

“IHSG berpeluang mengalami rebound dalam waktu dekat, sejalan dengan pergerakan teknikal yang mulai menunjukkan sinyal pemulihan,” ungkapnya.

Pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang, IHSG tercatat menguat 1,2% ke level 7.106,83, dengan seluruh sektor saham berada di zona hijau dan nilai transaksi harian melampaui Rp20 triliun.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait