Harga Minyak Mentah Naik Tipis Dalam Perdagangan Akhir Tahun yang Sepi
harga minyak mentah naik tipis dalam perdagangan akhir tahun yang sepi. Di tengah penantian para pedagang terhadap data ekonomi dari China dan Amerika
Nusantaraterkini.co, New York - Pada perdagangan Senin (30/12/2024) harga minyak mentah naik tipis dalam perdagangan akhir tahun yang sepi. Di tengah penantian para pedagang terhadap data ekonomi dari China dan Amerika Serikat (AS) minggu ini untuk menilai pertumbuhan dua konsumen minyak terbesar di dunia.
Berdasarkan data yang dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 20 sen menjadi US$74,37 per barel pada pukul 1208 GMT. Kontrak Maret yang lebih aktif diperdagangkan pada US$74,00 per barel, naik 21 sen.
BACA: Harga Minyak Turun Mentah Tipis Meski Masih Bertahan di Atas Level US$ 70 Per Barel Jelang Malam Tahun Baru
Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 27 sen menjadi US$70,87 per barel.
Investor tengah mencermati survei PMI pabrik China yang akan dirilis pada Selasa (31/12), serta survei ISM AS untuk Desember yang dijadwalkan pada Jumat.
Pekan lalu, Brent dan WTI masing-masing naik sekitar 1,4% didorong oleh penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan pada pekan yang berakhir 20 Desember.
BACA: Harga Minyak Mentah Ditutup Naik Lebih dari 1% Menjelang Akhir Tahun 2024
Penurunan ini terjadi karena aktivitas kilang meningkat dan permintaan bahan bakar melonjak selama musim liburan.
Penelitian dari IIR Energy pada Senin memperkirakan kapasitas kilang minyak AS yang tersedia akan berkurang sebesar 108.000 barel per hari (bpd) pada pekan yang berakhir 3 Januari.
Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi China pada tahun depan juga memberikan dukungan pada harga minyak, dengan harapan bahwa permintaan dari negara importir minyak mentah terbesar dunia tersebut akan meningkat.
Pemerintah China telah menyetujui penerbitan obligasi khusus senilai 3 triliun yuan (US$411 miliar) pada 2025 untuk mendorong pemulihan ekonomi, menurut laporan Reuters pekan lalu.
"Pada 2024, konsumsi minyak global mencapai rekor tertinggi meski China tidak memenuhi ekspektasi. Stok minyak menuju tahun depan pada level yang relatif rendah," kata Ryan Fitzmaurice, analis komoditas senior di Marex.
"Ke depan, data ekonomi China diperkirakan akan membaik seiring dampak dari langkah-langkah stimulus terbaru yang akan terasa pada 2025. Selain itu, suku bunga yang lebih rendah di AS dan tempat lain juga seharusnya mendukung konsumsi minyak," tambahnya.
BACA: Harga Minyak Mentah Naik Lebih dari 1% Terkerek Pasokan Menipis Menjelang Liburan Natal dan Hanukkah
Bank Dunia telah meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk 2024 dan 2025, tetapi memperingatkan bahwa kepercayaan rumah tangga dan bisnis yang lemah, serta tantangan di sektor properti, akan tetap menjadi hambatan pada tahun mendatang.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·Beberapa detik yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·4 menit yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
KRIMINAL24 Warga Humbahas Terancam 7 Tahun Bui Akibat Perusakan Rumah
Rozie Winata·46 menit yang lalu -
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
SUMSELProgres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, HKI Genjot Percepatan Konstruksi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIKasus Peretasan US$351,6 juta di Bitget, Pengamat Kripto: Alarm Serius Keamanan Bursa Aset Digital
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Menjadi Rp2.590.000 Per Gram, Cek Lengkapnya
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSBP BUMN Salurkan Tali Asih untuk Keluarga Jurnalis dan ABK Arupadatu I
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan