Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Minyak Mentah Mencapai Level Tertinggi Dalam Lebih Dari Tiga Bulan Pada Pembukaan di Awal Pekan Ini

harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2025 naik US$ 1,35 atau 1,69% menjadi US$ 81,11 per barel, setelah mencapai level terti

Bagikan:
arga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2025 naik US$ 1,35 atau 1,69% menjadi US$ 81,11 per barel, setelah mencapai level tertinggi intraday di US$ 81,44, tertinggi sejak 27 Agustus.(sumber foto: reuters)
arga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Maret 2025 naik US$ 1,35 atau 1,69% menjadi US$ 81,11 per barel, setelah mencapai level tertinggi intraday di US$ 81,44, tertinggi sejak 27 Agustus.(sumber foto: reuters)
A A

Nusantaraterkini.co, Singapura  Pada perdahangan Senin (13/1/2025) pukul 07.00 WIB harga minyak mentah mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada pembukaan di awal pekan ini. 

Hal tersebut memperpanjang reli harga minyak mentah karena ekspektasi bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih luas akan mempengaruhi pasokan minyak mentah Rusia ke importir terbesar dan ketiga di dunia, China dan India.

BACA:Harga Minyak Mentah Melonjak Dan Diperkirakan Mencatat Kenaikan Selama Tiga Minggu Berturut-turut

Diperdagangan hari ini harga minyak mentah jenis untuk kontrak pengiriman Maret 2025 naik US$ 1,35 atau 1,69% menjadi US$ 81,11 per barel, setelah mencapai level tertinggi intraday di US$ 81,44, tertinggi sejak 27 Agustus.

Sejalan, harga minyak mentah jenis (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2025 menguat US$ 1,40 atau 1,83% ke US$ 77,97 per barel, setelah sentuh level tertinggi di US$ 78,32 per barel, harga tertinggi sejak 8 Oktober.

BACA: Harga Minyak Mentah Melemah di Tengah Penguatan Dolar Amerika Serikat

Sentimen Utama bagi minyak dating setelah Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap produsen minyak Rusia Gazprom Neft dan Surgutneftegas.

Serta 183 kapal yang telah mengirimkan minyak Rusia, yang menargetkan pendapatan yang telah digunakan Moskow untuk mendanai perangnya dengan Ukraina.

BACA: Harga Minyak Mentah Melanjutkan Penguatan di Hari Perdagangan Kelima Berturut-turut

Ekspor minyak Rusia akan sangat terdampak oleh sanksi baru tersebut, yang mendorong pembeli utama China dan India untuk mendapatkan lebih banyak minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika, yang akan meningkatkan harga dan biaya pengiriman, kata para pedagang dan analis.

BACA: Harga Minyak Mentah Menguat 0,28% ke Level US$ 71,92 Per Barel di Awal Perdagangan Tahun 2025

"Putaran terakhir sanksi OFAC yang menargetkan perusahaan minyak Rusia dan sejumlah besar kapal tanker akan berdampak khususnya bagi India," kata Harry Tchilinguirian, kepala penelitian di Onyx Capital Group.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru