Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Daging Ayam Mahal, Kalau Naik Lagi Pedagang dan Peternak Bisa Buntung

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Medan, juga terjadi di Sibolga di mana harga daging ayam…

Bagikan:
Ilustrasi ayam potong (www.istockphoto.com)
Ilustrasi ayam potong (www.istockphoto.com)
A A

Mahal, Kalau Naik Lagi dan Bisa Buntung

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Harga daging ayam mahal menyentuh Rp 38 ribu per Kg dan kalau naik lagi, pedagang dan peternak bisa buntung.

Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Medan, juga terjadi di Sibolga di mana harga daging ayam menyentuh Rp 44 ribu per Kg nya.

Kenaikan yang banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan.

Hal ini, kata tentunya menyisahkan pertanyaan apakah harga daging ayam akan kembali naik harganya, mengingat harga jagung sejauh ini masih bertahan mahal di kisaran Rp 7 ribuan per Kg.

“Saya menilai harga daging ayam seharusnya sudah berhenti kenaikannya di level saat ini. Memang belakangan ini harga input produksi naik cukup tajam, yang mendorong kenaikan pada harga pokok produksi,” katanya, Selasa (27/2/2024).

Tetapi disisi lainnya, kenaikan harga daging ayam seperti sekarang telah menekan omset penjualan , yang pada akhirnya akan menekan sisi produksinya.

Jadi, akunya, sudah bisa dipastikan bahwa akan melakukan penyesuaian dari sisi produksi. Untuk mengurangi biaya operasional yang diakibatkan oleh kenaikan biaya pemeliharaan, serta menghindarkan peternak dari produksi yang melimpah yang justru bisa memicu kerugian. 

“Saya yakin, pelaku pasar ayam tengah mencari titik keseimbangan antara harga dan produksi,” akunya.

Sejak kenaikan harga daging ayam dari 25 - 28 menjadi 35 - 38 ribu per Kg, masih dikatakan , pedagang mengalami penurunan omset sekitar 30%. 

nusantaraterkini.co/uploads/images/202402/image_870x_65ddd96d5d8f2.jpg" alt="">

Ada subtitusi dimana konsumen ayam beralih membeli ikan segar. Karena harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan harga daging ayam. Sehingga produksi juga akan disesuaikan di level tertentu untuk menghindari kerugian.

“Dan dari hasil observasi, penjualan daging ayam pada awal perayaan tahun baru (31 Desember 2023 hingga 02 Januari 2024) sejauh ini masih menjadi titik puncak penjualan tertinggi yang belum mampu diimbangi di penjualan selanjutnya. 

Bahkan Pemilu pada 14 Februari 2024 kemarin juga belum mampu menjadi pendorong peningkatan penjualan daging ayam.

“Jika tanpa ada penurunan harga pakan ternak (jagung), maka harga daging ayam diproyeksikan akan bertahan di level saat ini hingga menjelang Ramadahan nantinya. Demand atau permintaan menjelang ramadhan memang bisa mendorong kenaikan harga daging ayam meskipun sesaat. Namun saya masih pesimis konsumsinya akan mampu melampaui konsumsi saat perayaan tahun baru,” pungkas Gunawan Benjamin. 

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru