Harga Daging Ayam Mahal, Kalau Naik Lagi Pedagang dan Peternak Bisa Buntung
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Medan, juga terjadi di Sibolga di mana harga daging ayam…
Harga Daging Ayam Mahal, Kalau Naik Lagi Pedagang dan Peternak Bisa Buntung
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Harga daging ayam mahal menyentuh Rp 38 ribu per Kg dan kalau naik lagi, pedagang dan peternak bisa buntung.
Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kota Medan, juga terjadi di Sibolga di mana harga daging ayam menyentuh Rp 44 ribu per Kg nya.
Kenaikan harga daging ayam yang banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga pakan.
Hal ini, kata Gunawan Benjamin tentunya menyisahkan pertanyaan apakah harga daging ayam akan kembali naik harganya, mengingat harga jagung sejauh ini masih bertahan mahal di kisaran Rp 7 ribuan per Kg.
“Saya menilai harga daging ayam seharusnya sudah berhenti kenaikannya di level saat ini. Memang belakangan ini harga input produksi naik cukup tajam, yang mendorong kenaikan pada harga pokok produksi,” katanya, Selasa (27/2/2024).
Tetapi disisi lainnya, kenaikan harga daging ayam seperti sekarang telah menekan omset penjualan pedagang, yang pada akhirnya akan menekan sisi produksinya.
Jadi, akunya, sudah bisa dipastikan bahwa peternak akan melakukan penyesuaian dari sisi produksi. Untuk mengurangi biaya operasional yang diakibatkan oleh kenaikan biaya pemeliharaan, serta menghindarkan peternak dari produksi yang melimpah yang justru bisa memicu kerugian.
“Saya yakin, pelaku pasar ayam tengah mencari titik keseimbangan antara harga dan produksi,” akunya.
Sejak kenaikan harga daging ayam dari 25 - 28 menjadi 35 - 38 ribu per Kg, masih dikatakan Gunawan Benjamin, pedagang mengalami penurunan omset sekitar 30%.
nusantaraterkini.co/uploads/images/202402/image_870x_65ddd96d5d8f2.jpg" alt="">
Ada subtitusi dimana konsumen ayam beralih membeli ikan segar. Karena harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan harga daging ayam. Sehingga produksi juga akan disesuaikan di level tertentu untuk menghindari kerugian.
“Dan dari hasil observasi, penjualan daging ayam pada awal perayaan tahun baru (31 Desember 2023 hingga 02 Januari 2024) sejauh ini masih menjadi titik puncak penjualan tertinggi yang belum mampu diimbangi di penjualan selanjutnya.
Bahkan Pemilu pada 14 Februari 2024 kemarin juga belum mampu menjadi pendorong peningkatan penjualan daging ayam.
“Jika tanpa ada penurunan harga pakan ternak (jagung), maka harga daging ayam diproyeksikan akan bertahan di level saat ini hingga menjelang Ramadahan nantinya. Demand atau permintaan menjelang ramadhan memang bisa mendorong kenaikan harga daging ayam meskipun sesaat. Namun saya masih pesimis konsumsinya akan mampu melampaui konsumsi saat perayaan tahun baru,” pungkas Gunawan Benjamin.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan