Nusantaraterkini.co, Medan - Gubernur Sumatera Utara merespon terkait maraknya pencurian di pertanian dan peternakan warga di Desa Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengatakan, bahwa para pelaku ini sudah kerap kali melakukan pencurian di Desa tersebut sehingga meresahkan warga.
“Dilapangan infonya pelaku ini sudah sering melakukan pencurian,”kata Bobby Nasution kepada awak media usai rapat paripurna sekaligus mendengar pidato Presiden di gedung DPRD Sumut pada Jumat (15/8/2025).
Bobby mengungkapkan, kepada kedua pelaku ini sudah mengganggu aktivitas petani dan aktivitas warga sekitar, dan sudah pernah dimaafkan namun terus melakukan pencurian.
“Kejadiannya sudah berkali kali curi ayam pisang dan lain lain , ini bukan yang pertama tapi ini udah yang kesekian kali kata masyarakat disana, dimaafkan dilepaskan tapi ngulang lagi,” ungkapnya.
Terkait langkah Restoratif Justice, pihaknya akan mempertimbangkan lebih serius dan kordinasi ke pihak terkait karena pelaku ini udah meresahkan petani dan warga.
“Kita diskusikan oleh kejaksaan terkait restoratif justice bukan berarti semuanya bisa ditangguhkan tapi dilihat dulu, masyarakat sudah berkali kali mengingatkan, sudah berkali kali curi ayam pisang dan lain lain , ini bukan yang pertama tapi ini udah yang kesekian kali kata masyarakat disana, dimaafkan dilepaskan tapi ngulang lagi,” jelasnya.
Terkait amukan massa yang membuat korban dihajar massa dan mengalami luka bakar, Bobby sebut, bahwa itu merupakan amukan massa yang tak terkendali, namun ia juga tidak membenarkan perlakuan yang main hakim sendiri.
“Mungkin kondisi masyarakat lagi ramai bukan bukan membenarkan juga, jadi mungkin ada tindakan diluar kurang baik,”pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Petani di Desa Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara minta pelaku pencurian yang meresahkan agar segera ditangkap.
Petani Rambe Roland Reigen mengatakan, bahwa pelaku pencurian ubi 2 kilogram itu bukan kali pertama, lainnya sudah sering sehingga sangat meresahkan kelompok tani lainnya.
Sehingga akibat, aksinya itu petani sering merugi bahkan gagal panen karena kerap kali dicuri hasil panennya.
“Pelaku dua orang (Peri Andika dan Jefri Santoso) sering meresahkan disini,”katanya kepada Nusantaraterkini.co pada Jumat (15/8/2025).
Bukan cuma pertanian saja yang hilang, hewan ternak dan juga fasilitas bangunan dan fasilitas negara juga kerap kali hilang dikawasan ini.
“Salah satu contoh, kehilangan pagar besi ketangkap kita bawa ke polsek sei tuan, rengek kemudian damai, disini dia sering mencuri ubi pisang ayam tiang listrik,” katanya.
Untuk itu ia meminta kepada pemerintah maupun pihak kepolisian agar memberikan rasa aman bagi para petani, agar pelaku segera ditindak tegas.
“Supaya tindakan tegas dan dijemput karena sudah meresahkan kami minta pencuri ubi dua goni di tindak tegas kami resah,”harapnya.
Diketahui bahwa, lokasi pertanian masyarakat ini dekat dengan barak narkoba yang berada di Jalan Jermal 15, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang Sumatera Utara.
Baca Juga : Bobby Nasution 'Sentil' Bupati dan Wali Kota Berani Tutup Tempat Hiburan Malam tak Berizin
Barak narkoba ini sudah bolak bali digrebek oleh tim gabungan dari TNI/Polri.
Diduga kedua pelaku ini pengguna berat narkoba sehingga nekat melakukan pencurian berkali kali bahkan anggota satuan brimob yang menjadi korbannya.
(Cw3/Nusantaraterkini.co)
