Gempa Myanmar: Puluhan Masjid Runtuh, Ratusan Warga Diduga Meninggal saat Salat
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar tengah pada Jumat (28/3/2025). Dalam peristiwa itu, lebih dari 50 masjid rusak. Ratusan jemaah Mus
nusantaraterkini.co, MYANMAR - Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar tengah pada Jumat (28/3/2025). Dalam peristiwa itu, lebih dari 50 masjid rusak. Ratusan jemaah Muslim yang tengah menjalankan ibadah diduga meninggal dalam reruntuhan.
Hingga Minggu (30/3/2025), korban akibat gempa dahsyat yang terasa sampai Thailand dan China itu telah menembus 1.600 jiwa.
Seorang Warga Mandalay, Htet Min Oo, sedang berwudu ketika rumah dan sebagian masjid di sebelahnya runtuh.
Ia terjebak di bawah puing-puing bersama dua bibinya. Warga berusaha mengevakuasi mereka, namun hanya satu yang selamat.
“Saya tidak tahu apakah mereka masih hidup di bawah reruntuhan. Setelah sekian lama, saya rasa tidak ada harapan,” katanya dengan suara bergetar, seperti diberitakan Al Jazeera.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan runtuhnya sejumlah masjid di Myanmar.
Seorang warga di desa Sule Kone berusaha menyelamatkan seorang pria yang terjebak di bawah reruntuhan masjid, namun gempa susulan membuatnya mundur.
“Saya kembali mencoba, tetapi terlambat. Saya menyelamatkan empat orang dengan tangan saya sendiri. Tiga sudah meninggal, satu meninggal di pelukan saya,” ujarnya.
Di desa tersebut, 23 orang tewas akibat tiga masjid yang hancur.
Pembatasan pemerintah menghambat perbaikan masjid-masjid tua, membuat bangunan itu rentan.
Seorang pria bernama Julian Kyle meminta bantuan alat berat melalui media sosial untuk mengevakuasi korban di Masjid Mandalay.
“Di bawah reruntuhan, anggota keluarga saya tertimpa dan kehilangan nyawa mereka. Kami ingin menemukan jenazah mereka,” tulisnya.
Dari Taungnoo, seorang saksi mata melihat dinding Masjid Kandaw ambruk menimpa dua baris jamaah.
“Begitu banyak orang dikeluarkan dari masjid, beberapa meninggal di depan mata saya,” katanya.
Militer Myanmar melaporkan 670 biara dan 290 pagoda rusak, tetapi tidak menyebutkan kerusakan masjid.
Gempa juga menghancurkan banyak bangunan, jembatan, hingga jalan. Keterbatasan komunikasi membuat skala bencana belum sepenuhnya terungkap.
Seorang relawan di Bangkok, Harry Roberts, mengatakan bantuan internasional sulit masuk karena pemerintah Myanmar jarang meminta pertolongan.
“Yang terpenting sekarang adalah mengumpulkan informasi dan menilai akses ke daerah terdampak,” ujarnya dikutip kumparan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANSiaga Influenza A, RSUD dr Pirngadi Medan Perketat Skrining dan Surveilans
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan