Gedung Putih Ancam Serangan Dahsyat Jika Iran Tolak Kesepakatan Damai
Donald Trump siapkan serangan dahsyat ke Iran jika kesepakatan diplomatik terkait perang gagal dicapai
Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan melancarkan serangan dahsyat jika Iran menolak untuk menjalin kesepakatan terkait perang AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran, ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (25/3/2026).
"Presiden Trump tidak menggertak dan dia siap melancarkan serangan yang dahsyat," tutur Leavitt dalam sebuah taklimat pers Gedung Putih.
"Segala bentuk kekerasan setelah ini, akan terjadi karena Iran menolak untuk mengerti bahwa mereka telah kalah dan menolak untuk menjalin kesepakatan," sambungnya.
Meski begitu, Leavitt menolak mengungkapkan dengan pihak mana Washington tengah bernegosiasi terkait cara mengakhiri perang dengan Iran.
"Kami tidak akan memerinci negosiasi dan pembicaraan yang masih berlangsung ini karena, tentu saja, seperti yang dapat Anda bayangkan, hal itu merupakan pembicaraan diplomatik yang sangat sensitif," urai Leavitt.
Leavitt berpendapat perang yang meletus pada 28 Februari tersebut diperkirakan akan terus berlanjut selama empat hingga enam pekan.
"Tidak ada pembicaraan atau negosiasi antara Iran dan AS," ujar Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam sesi wawancara eksklusif dengan India Today pada Rabu.
"Tidak ada pihak yang dapat memercayai diplomasi AS," tutur Baghaei, sembari mengatakan bahwa Iran memiliki pengalaman yang sangat buruk dengan diplomasi AS, yang tecermin dari serangan-serangan AS selama perundingan terkait isu nuklir di masa lalu.
Ebrahim Zolfaghari, selaku juru bicara komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyampaikan AS sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri akibat perselisihan internal.
Zolfaghari mendesak AS agar berhenti menyamarkan kekalahannya sebagai kesepakatan.
"Kekuatan strategis yang dibanggakan oleh pihak musuh telah berubah menjadi kekalahan strategis," tandasnya.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIAwali Pekan, Harga Emas Antam Terkoreksi Rp10.000 Jadi Rp2.628.000 per Gram
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
SUMSELKorupsi Irigasi, Mantan Anggota DPRD Muara Enim Divonis 4 Tahun
Herman Saleh Harahap·22 menit yang lalu -
NASIONALGREAT Institute: Prabowo Tegaskan Perubahan Dukungan terhadap Palestina dari Kuat Menjadi Semakin Kuat
Rozie Winata·28 menit yang lalu -
NASIONALLantik 14 Pejabat Kemenkeu, Suahasil Tekankan Optimasi Penerimaan
Herman Saleh Harahap·30 menit yang lalu -
PENDIDIKANTangkal Radikalisme, Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai Kemenag
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
KOTA MEDANZakiyuddin Harahap Minta Hima Lubis Dorong Aksi Sosial
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
SEPAKBOLAPSMS Bantai Persiku 6-0, Kadispora Sumut Ngaku Takjub
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALKomplotan Pencurian Invetaris Palembang Golf Club Diciduk, Dua Masih Buron
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan