Firman Soebagyo Kenang Rekam Jejak Politik Orde Baru Hingga Dipecat Partai Sendiri
Firman Soebagyo Kenang Rekam Jejak Politik Orde Baru Hingga Dipecat Partai Sendiri
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Karir politik seseorang tidak selalu mulus seperti banyak dibayangkan orang.
Terlebih, jika karir dimulai sejak masa Pemerintahan order baru hingga saat ini tak terbayangkan sudah banyak jejak rekam yang ditorehkan selama masa berkarir sebagai politisi.
Hal inilah dirasakan politikus senior Partai Golkar sekaligus anggota DPR RI selama 5 periode kepada Nusantaraterkini.co Ketika menceritakan pengalaman memasuki ranah politik dan mengabdikan diri sebagai wakil rakyat.
Firman menuturkan, awal mula ia masuk atau terjun ke dunia politik dimulai dari tahun 1983 dan disitulah jejak politiknya sebagai wakil rakyat dari Partai Golkar mulai berjalan.
"Saya meniti karir politik saya mulai dari tahun 1983 dan bukan di tahun 2009. Dan di era Pemerintahan Orde Baru saya sudah berada di Parlemen Selama satu periode," kata Firman saat berbincang-bincang, Selasa (18/11/2025).
Dan kemudian pada tahun 2004 Firman sempat berhentimenjadi Anggota DPR RI karena ketika itu melawan kebijakan DPP Partai Golkar yang dipimpin oleh Ketua Umum Akbar Tandjung karena saat itu dirinya mendukung Jusuf Kalla senior partai Golkar maju menjadi Wapres berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju di Pemilu dilaksanakan secara langsung untuk pertama kali dalam sejarah perpolitikan bangsa Indonesia.
"Alhamdulillah yang saya dukung (SBY-JK) akhirnya menang juga," ujar sembari mengenang momen bersejarah itu.
Ia melanjutkan, ketika masa kepemipinan Akbar Tandjung berakhir Partai Golkar menggelar Munas untuk menentukkan siapa kandidat berikutnya dan akhirnya Jusuf Kalla kala itu sudah menjadi Wapres terpilih menjadi Ketua Umum menggantikan Akbar Tandjung.
"Dan ketika itu Munas Golkar berikutnya yang berakhir pak Jusuf Kalla menjadi Ketua Umum dan kemudian saya kembali masuk menjadi jajaran pengurus DPP Golkar sampai sekarang ini," tutur Firman Soebagyo.
Baca Juga : Anggota DPRD Sumut yang Lempar Batu Pernah Raih Penghargaan Outstanding Empowering People's Aspirations
Jualan Gagasan Membangun Indonesia dari Desa
Firman kembali melanjutkan tepat pada tahun 2009 Pemilu secara langsung untuk kedua kali digelar serentak. Dirinya pun turut kembali mencalonkan Kembali sebagai wakil rakyat dengan maju di daerah Pemilihan dapil Jawa Tengah III. Ketika Kembali maju sebagai calon wakil rakyat dirinya menuangkan ide serta gagasanya dengan memberikan tagline yakni 'Membangun Indonesia dari Desa'.
Dengan adanya tagline 'Membangun Indonesia dari Desa'. Firman menjabarkan ada dua makna kenapa tagline ini dipakai saat berkampanye untuk bisa Kembali merebut suara rakyat di Pemilu.
Pertama, Firman menegaskan jika dirinya ini lahir dari seorang tokoh masyarakat yakni bapak adalah kepala desa dan kehidupannya adalah bertani dan pedagang polo ijo di tingkat desa.Kemudian yang kedua ia juga melihat daripada kondisi di pedesaan kala itu memang jauh lebih makmur dibandingkan akhir-akhir ini.
"Oleh karena itu, tema tentang membangun Indonesia dari Desa menginspirasi saya bahwa kekuatan ekonomi terbesar itu ada di desa-desa," terang Firman.
Kenapa dirinya mengatakan kekuatan ekonomi ada di desa-desa? karena Indonesia ini adalah sebuah negara agraris. Dimana, Firmanmelihat bahwa kebutuhan pangan dengan jumlah yang besar dengan kekuatan ekonomi nasional ini akan ada dibawah.
Baca Juga : Sosok Polisi dan Dewan Dibalik Gebyar Sepak Bola Anak Putra Kalang
Lebih lanjut Firman menjelaskan alas an salah satu filosofi yang digunakan dalam tagline tersebut bahwa sebuah bangunan gedung yang menjulang langit seperti gedung DPR itu tidak serta merta dibangun oleh batu-batu besar yang diletakkan dibawah tanah, tetapi itu terdiri daripada batu-batu kerikil yang pastinya di mix misal ada semen serta pasir kemudian di cor menjadi tiang pancang yang menjadi fondasi.
Dan dengan fondasi itu bisa menyangga gedung yang menjulang ke langit, bahkan ada yang tingginya sampai 100 lantai.
"Oleh karena itu, filosofinya saya pakai. Karena kalau Indonesia sebuah negara dengan potensi alam yang besar dan aneka rupa kemudian negara agraris meliputi kehutanan kemudian daripada petanian kemudian kita punya sumber daya di dalam perut bumi ad tambang dan sebagainya kalau di keloa secara baik itu maka akan menjadi fondasi yang sangat kuat," tegasnya.
Untu itu, konsep pembangunan yang dibangun harus memang harus dimulai dari desa karena sebuah teori ekonomi suatu negara akan bisa kuat kalau ditopang dari bawah dan bukan bergelantungan dari atas.
Terlebih, negara manapun kalau mereka menghendaki pertumbuhan ekonomi hanya bergantung dari pasar modal, begitu saat capital filed maka negara itu akan roboh. Tetapi, kalau negara ditopang dari bawah dengan menggerakn UMKM maka ekonomi akan kuat.
"Oleh karena itu, negara-negara seperti Cina dan Vietnam ekonomi mereka dibangun dari Bawah," kata Firman menegaskan.
Baca Juga : Komandan KKB Semut Merah di Yahukimo, Cocor Sobolim, Tewas dalam Operasi Satgas Damai Cartenz
UMKM dan Koperasi Penopang Ekonomi Nasional
Firman pun menilai jika belajar dari proses masa lalu yakni pengalaman di krisis moneter tahun 1997-1998 Indonesia itu justru terjadi krisis keuangan yang membuat perekonomian nasional yang mengakibatkan lengsernya Presiden Soeharto justru yang menopang ekonomi itu adalah UMKM dan Koperasi.
Dan ketika itu perusahaan besar pada hengkang serta aset-aeetnya disita negara karena tidak mau membayar kredit justru industri UMKM dan koperasi termasuk BUMN menopang ekonomi nasional kita.
"Oleh karena itu, filosofi saya membangun Indonesia dari Desa adalah sangat tepat untuk menjadi salah satu slogan atau tema yang saya jual ketika kampanye Pemilu secara langsung untuk memilih anggota DPR," kenang Firman Soebagyo.
Baca Juga : Ketua DPD: Semua Mantan Presiden RI yang Telah Berpulang Layak jadi Pahlawan Nasional
Karena tagline 'Membangun Indonesia dari Desa' ini sukses serta berhasil. Firman pun mengapresiasi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini memimpin Indonesia juga ikut melakukan hal apa yang pernah digunakan olehnya dalam membangun pembangunan lima tahun kedepan yakni dnegan mengembangkan sejumlah program strategis yakni seperti membuat Koperasi Merah Putih yang dianggapnya sangat tepat membangun perekonomian nasional.
"Prinsipnya, Alhamdulilah akhirnya slogan atau tema ini akhirnya digunakan untuk menjadi tema pembangunan lima tahun kedepan oleh Presiden Prabowo. Oleh karena itu program yakni berdirinya Koperasi Merah Putih itu kami harapkan bisa menjadi alat untuk membangun Indonesia karena prinsip dasar membangun itu menggunakan asa gotong royong dimana dalam UUD sudah jelas bahwa ekonomi kita dibangun secara bersama dimana ada pelaku usaha, BUMN hingga koperasi menopang perekonomian nasional," katanya.
"Karena dinegara manapun semua sudah mulai bergeser kesana, usaha kecil bergerak seperti negara Malaysia, Vietnam dan Cina yang tentunya menjadi salah satu bukti nyata bahwa kekuatan ekonomi yang dibangun lebih kuat daripada ketergantungan akan pasar modal," tandasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKapolda Sumsel Jamin Perawatan VVIP untuk Enam Korban Bentrokan Sekaligus Usut Tuntas Pelaku
hendra·33 menit yang lalu -
NEWSRaline Shah Mundur dari Stafsus Komdigi, Ini Alasan dan Kontribusinya
hendra·52 menit yang lalu -
KESEHATANBenarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Kenali Manfaat dan Efek Sampingnya
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINAL9 Anggota Geng Motor Diamankan Tim LIBAS Polres Binjai Saat Akan Tawuran: Sajam Ditemukan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPria Diduga Provokator Bentrokan yang Lukai Dua Jurnalis di Depan Mapolda Sumsel Bawa 2 Sajam
Fadli Tara·6 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Fokuskan APBD 2027 untuk Benahi 100 Titik Banjir hingga Kesejahteraan Guru
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Arsenal Kontra Lille, Arteta Kenang Peran Penting Olivier Giroud di Masa Lalu
Rozie Winata·8 jam yang lalu -
NASIONALAHY: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Menengah Berpengaruh di Tengah Era Paradoks Global
Rozie Winata·9 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPermohonan Prapid Doddy Thahir Dikabulkan, Penetapan Tersangka tak Sah
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
NASIONAL14 Orang Terjaring, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia dalam OTT di BNPB
Rozie Winata·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan