Festival The Hungry Ghost Tradisi Suku Tionghoa Terus Meningkat Setiap Tahunnya
Festival hantu lapar atau The Hungry Ghost tradisi sembahyang suku Tionghoa di Sumatera utara setiap tahunnya terus meningkat di Vihara Gunung Timur,
nusantaraterkini.co, MEDAN - Festival hantu lapar atau The Hungry Ghost tradisi sembahyang suku Tionghoa di Sumatera utara setiap tahunnya terus meningkat di Vihara Gunung Timur, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Diketahui, menurut kepercayaan suku Tionghoa yang ada di jiwa seseorang yang sudah meninggal, keluar dari neraka dan berkeliaran ke bumi pada Sebtember 2025, sehingga mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan mereka menggelar festival ini.
Dari pantuan nusantaraterkini.co, terlihat banyak sejumlah kertas doa kemudian rumah buatan, kendaraan, uang bahkan kapal yang dipajang di Vihara ini.
Edy Salim juru Vihara Gunung Timur mengatakan, menurut kepercayaan mereka The Hungry Ghost ini digelar setiap setahun sekali sebagai persembahan para leluhur yang sudah perpulang lebih dahulu, turun ke bumi kemudian dikasih persembahan, agar tidak mengganggu mahluk lainnya.
Menurut kepercayaan mereka hal itu dilakukan para arwah tidak mengganggu umat yang masih hidup didunia sehinga diberi fasilitas yang sesuai kebutun mereka yang sudah disiapkan.
“Memberikan makanan uang bahkan rumah rumah (rumah buatan), untuk para leluhur atau untuk arwah untuk memberi makanan,” kata dia kepada nusantaraterkini.co pada Sabtu (6/9/2025).
Menurut kepercayaan mereka hal itu dilakukan para arwah tidak mengganggu umat yang masih hidup didunia sehinga diberi fasilitas yang sesuai kebutun mereka yang sudah disiapkan.
Dikatakannya, festival ini setiap tahun terus mendapat antusias dari semua suku Tionghoa yang ada Sumut, sehingga setiap tahunnya orang yang sembahyang terus meningkat.
“Dengan adanya acara ini, para umat tiap tiap tahun meningkat datang datang sembahyang bertambah,” katanya.
Bahkan festival ini satu satunya yang ada di Sumut sehingga umat agama Budha berbondong bondong untuk menghadiri acara ini kemudian sembahyang.
“Dari berbagai daerah yang ada di Sumut yang hadir karena ini satu satunya yang terbesar,” ujarnya.
Dia berharap semoga tahun depan acaranya lebih meriah dan makin tinggi tingkat kesadaran umat tionghoa untuk beribadah mendekatkan diri pada pencipta.
(Cw3/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·14 menit yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·9 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·10 jam yang lalu -
INTERNASIONALTrump Tolak Proposal Iran, Teheran Masih Tunggu Jawaban Resmi soal Pembukaan Selat Hormuz
hendra·10 jam yang lalu -
-
EKONOMIKemiskinan Argentina Naik Jadi 32,3 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan