Empat Hari Terisolir Akibat Banjir, 310 Ribu Jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang Terancam Kelaparan
Banjir Aceh Tamiang membuat 310 ribu jiwa di 12 kecamatan terisolir empat hari dan terancam kelaparan akibat putusnya akses.
Nusantaraterkini.co,ACEH TAMIANG - Sebanyak 310 ribu jiwa di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini masih terisolir. Dalam pantauan udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), terlihat ribuan pemukiman yang ada masih terendam banjir, Sabtu (29/11/2025).
Tidak hanya itu, sejumlah warga juga terlihat masih bertahan di atap rumah akibat banjir yang menggenangi pemukiman mereka.
Sementara itu, setelah sempat tidak ada kabar lebih dari tiga hari akibat terputusnya jaringan listrik dan internet yang ada, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi, akhirnya dapat melakukan komunikasi dengan menggunakan radio milik organisasi amatir radio indonesia (Orari).
Baca Juga : 8 Kecamatan Aceh Tamiang Terendam Banjir hingga Setinggi Pinggang, Ribuan Warga Mengungsi
Dalam percakapan di radio tersebut, Armia Fahmi menyampaikan jika saat ini kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang semakin memburuk. Dimana, sejumlah pasokan bahan makanan tidak lagi tersedia untuk 310 ribu jiwa yang ada di 12 Kecamatan.
"Saya laporkan untuk kondisi Aceh Tamiang, itu kondisinya lumpuh total. Untuk jalur darat, menuju Tamiang sudah putus total pak, diakibatkan banjir dan juga longsir di wilayah Bukit Seumadam dan Alur Gantung," katanya dalam sambungan radio, Sabtu (30/11/2025) siang.
Tidak hanya itu, dalam percakapan di radio, Armia juga menyampaikan agar pemerintah provinsi maupun pusat untuk segera mengirim bantuan. Terutama, logistik makanan dan juga susu untuk balita.
"Kami membutuhkan bantuan segera Pak. Logistik makanan untuk 310 ribu jiwa, yaitu logistik makanan siap saji, air bersih dan air minum. Kemudian roti dan makanan serta susu untuk bayi," mintanya dalam percakapan tersebut.
Armia menjelaskan, dirinya dan masyarakat yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang kesulitan untuk berkomunikasi, lantaran tidak adanya akses listrik serta jaringan internet sejak empat hari yang lalu.
Baca Juga : 8 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang Terendam Banjir
"Saat ini kami sangat kesulitan untuk berkomunikasi meminta bantuan, karena tidak ada jaringan listrik dan internet saat ini," ucapnya.
Diketahui, bencana Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri, telah terjadi sejak Rabu (26/11/2025) lalu. Dan hingga kini, akses menuju Kabupaten Aceh Tamiang juga masih terputus total.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·9 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan