Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dukung Putusan MK, Habib Syarief Minta Anggaran Pendidikan dan MBG Dipisah Mulai APBN 2027

Habib Syarief dukung putusan MK agar anggaran pendidikan dan MBG dipisah mulai APBN 2027

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad menyatakan dukungan terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemisahan anggaran pendidikan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa (4/8/2026). (Foto: istimewa)
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad menyatakan dukungan terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemisahan anggaran pendidikan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Selasa (4/8/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi X , Muhammad, menyatakan dukungan penuh terhadap Putusan (MK) Nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang memerintahkan pemisahan dari anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028.

Menurutnya, putusan tersebut merupakan langkah tepat untuk mengembalikan makna konstitusional alokasi anggaran pendidikan sebagaimana diamanatkan Pasal 31 Ayat (4) .

Ia menegaskan, sebesar 20 persen dari APBN harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan sektor pendidikan, bukan membiayai program di luar komponen utama pendidikan.

"Saya mendukung penuh putusan . Putusan ini sejalan dengan amanat yang menegaskan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN memang diperuntukkan bagi sektor pendidikan, bukan untuk program yang lain," katanya, Selasa (4/8/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu juga meminta pemerintah tidak menunggu hingga tenggat waktu yang ditetapkan MK pada 2028. Menurutnya, pemisahan anggaran dapat mulai diterapkan sejak penyusunan .

"Kalau bisa dipisahkan mulai , mengapa harus menunggu 2028. Tahun 2028 adalah batas akhir, bukan keharusan untuk mulai melaksanakan. Karena amanat konstitusi sudah sangat jelas, maka pemisahan anggaran pendidikan dan anggaran MBG sebaiknya dilakukan mulai tahun depan," ujarnya.

menilai kebutuhan sektor pendidikan masih sangat besar, mulai dari peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana dan prasarana, penguatan pendidikan vokasi, hingga peningkatan mutu pembelajaran. Karena itu, seluruh alokasi anggaran pendidikan harus difokuskan untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.

"Masih banyak pekerjaan rumah di sektor pendidikan yang membutuhkan dukungan anggaran. Dana pendidikan harus dikembalikan sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik, guru, dan seluruh ekosistem pendidikan," tuturnya.

Meski mendukung pemisahan anggaran, Habib Syarief menegaskan sikap tersebut bukan berarti menolak Program Makan Bergizi Gratis. 

Ia menilai MBG tetap merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, namun pendanaannya harus berasal dari pos anggaran tersendiri agar tidak mengurangi alokasi pendidikan yang dijamin konstitusi.

" tetap penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Tetapi pembiayaannya harus berasal dari pos anggaran yang memang disiapkan khusus, sehingga anggaran pendidikan tetap utuh sesuai amanat UUD 1945," pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait