Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Duka UNIFIL: Profil 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian

Tiga prajurit TNI gugur saat bertugas di Lebanon dalam misi UNIFIL. Berikut profil lengkap dan kisah pengabdian mereka.

Duka UNIFIL: Profil 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian. (Foto: istimewa)
Duka UNIFIL: Profil 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Saat Misi Perdamaian. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Duka mendalam tengah menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah tiga prajurit terbaiknya gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon dalam naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiganya adalah Praka , Kapten Inf , dan Sertu . Mereka meninggal dunia dalam dua insiden berbeda yang terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir di wilayah Lebanon Selatan.

Praka gugur lebih dulu pada Minggu (29/3) akibat serangan artileri di Adchit El Qousair. Sementara Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan menyusul sehari kemudian, Senin (30/3), setelah terkena ledakan saat bertugas di Bani Hayyan.

Praka Farizal Rhomadhon

Praka Farizal Rhomadhon menghembuskan napas terakhir di usia 28 tahun. Ia merupakan putra daerah Kulon Progo, lahir pada 3 Januari 1998.

Farizal bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti, yang berada di bawah Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Dalam kesatuannya, ia dipercaya sebagai Taban Provost di Kompi Markas.

Sejak April 2025, Farizal tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL dan ditempatkan di Lebanon Selatan. Ia seharusnya menyelesaikan masa tugasnya pada April 2026 dan telah dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada Mei.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun.

Kapten Inf

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dikenal sebagai perwira tangguh dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), tepatnya di Grup 2/Sandi Yudha, Kartasura.

Lulusan Akademi Militer Magelang tahun 2015 ini juga memiliki latar belakang pendidikan Diploma IV Manajemen Pertahanan.

Dalam misi UNIFIL, Zulmi memegang peran penting sebagai Komandan Kompi Task Force Kontingen Garuda. Ia memimpin berbagai operasi penting, termasuk mobile reserve dan pengamanan distribusi logistik di wilayah rawan konflik.

Dedikasi dan kepemimpinannya menjadi salah satu pilar dalam menjaga stabilitas di daerah penugasan.

Sertu

Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan prajurit termuda di antara ketiganya. Ia lahir di Magelang pada 12 Mei 2000.

Sehari-hari, Ichwan berdinas sebagai tenaga kesehatan di Kodam IX/Udayana. Dalam tugasnya di Lebanon, ia turut bergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sejak April 2025.

Selama menjalankan misi, Ichwan hanya sempat pulang sekali ke Indonesia, yakni saat mendampingi istrinya melahirkan anak pertama mereka pada Agustus 2025.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan dan institusi yang dibelanya.

Pengorbanan ketiga prajurit ini menjadi bukti nyata dedikasi TNI dalam menjaga perdamaian dunia. Mereka gugur sebagai pahlawan, meninggalkan jejak pengabdian yang tak terlupakan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Sumber: kumparan

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait