Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, 730 Siswa-Santri Terdampak: 23 Masih Dirawat

Korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo bertambah menjadi 730 siswa dan santri. Sebanyak 23 korban masih menjalani rawat inap.

Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, – Jumlah dan yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program (MBG) di Sidoarjo, , terus bertambah.

Hingga Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten mencatat sebanyak 730 dan telah mendapatkan penanganan medis. Angka tersebut meningkat dari data sebelumnya yang mencapai 664 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmita Herawati, mengatakan data 730 korban dihimpun dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), baik rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya.

"Jadi gini untuk total pasien yang kami himpun saat ini, artinya yang kami data ini yang sudah kami bisa peroleh ketika mereka masuk ke rumah sakit atau mereka melaporkan ketika berobat ke beberapa fasyankes. Artinya bisa dokter praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas. Ini totalnya 730 pasien," kata Lakhsmita dikutip, Jumat (4/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 pasien masih menjalani rawat inap hingga pukul 15.10 WIB. Sementara 706 korban lainnya telah menjalani rawat jalan dan satu pasien masih dalam pemantauan medis.

"Saat ini, sampai jam 15.10 data terakhir adalah masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini masih ada observasi pasien 1 orang," ujarnya.

Satu pasien yang masih menjalani observasi tersebut berada di RSUD Notopuro Sidoarjo.

"Untuk observasi sebentar di RSUD Notopuro," kata Lakhsmita.

Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG

Kasus dugaan keracunan ini bermula setelah siswa dan santri mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (1/9/2026).

Sejumlah penerima makanan kemudian mengalami berbagai keluhan kesehatan. Gejalanya antara lain mual, muntah, pusing hingga diare.

Dugaan keracunan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Badan Gizi Nasional ().

Wakil Koordinator Regional , Teguh Bayi Wibowo, mengatakan pihaknya bersama Korwil Sidoarjo langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Tim BGN kemudian melakukan pemeriksaan terhadap , Tanggulangin, yang diketahui menjadi dapur penyedia makanan MBG bagi para siswa dan santri.

Hasil awal penanganan tersebut membuat BGN menghentikan sementara operasional . Selanjutnya, BGN menerbitkan surat suspend sembari menunggu investigasi lebih lanjut.

"Ya, per kemarin tadi malam kami mendapatkan informasi, kami dari BGN Provinsi serta Korwil Sidoarjo langsung turun ke lapangan. Kami investigasi dan melaporkan ke pimpinan pusat, Bapak Kepala Badan langsung, Pak Sudaryono," ujar Teguh.

Ia menjelaskan penghentian operasional awalnya dilakukan pada Rabu malam. Surat suspend kemudian diterbitkan pada Kamis pagi.

"Sementara, awalnya di malam hari itu sudah kita hentikan. Tapi per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Sambil di awal, jadi untuk tim pusat pun akan datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan atau berat. Ya, sudah tidak beroperasi untuk saat ini," tambahnya.

SPPG Kalitengah diketahui memasok makanan MBG untuk 19 lembaga pendidikan. Dari lembaga-lembaga tersebut kemudian dilaporkan adanya siswa dan santri yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.

Emil Bantah Ada Korban Meninggal

Di tengah bertambahnya jumlah korban, beredar informasi yang menyebut ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Namun, informasi tersebut dibantah Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Emil memastikan hingga Kamis tidak ada korban yang meninggal dunia akibat kejadian dugaan tersebut.

"Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa bukan hanya doakan, tapi diikhtiarkan oleh tenaga medis. InsyaAllah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan," kata Emil.

Pemerintah dan tenaga medis masih melakukan penanganan terhadap para siswa dan santri yang mengalami keluhan kesehatan, sementara investigasi terhadap SPPG Kalitengah terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

(Dra(nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru