Dua Turis Tewas di Monkey Forest, DPR: Pengelola Wisata Harus Punya Standar Keselamatan
Pengelola destinasi wisata pun diminta memprioritaskan keselamatan wisatawan di tengah cuaca ekstrem.
Nusantarataerkini.co, JAKARTA - Kabar tewasnya dua turis asing di kawasan wisata Monkey Forest Ubud, Bali memantik keprihatinan banyak kalangan.
Pengelola destinasi wisata pun diminta memprioritaskan keselamatan wisatawan di tengah cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem di akhir tahun seperti ini selalu berpotensi memunculkan bencana hidrometeorologis. Dalam suasana seperti ini pengelola destinasi luar ruang harus mempunyai standar operating procedure (SOP) untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan,” ujar Anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah, Kamis (12/12/2024).
Diketahui dua orang warga negara asing (WNA) tewas setelah tertimpa pohon di Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali. Mereka adalah perempuan asal Prancis, Funny Justine Christine (32) dan perempuan Korea Selatan (Korsel), Kim Hyoeun (42), berada di RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.
Selain korban tewas musibah itu juga menyebabkan tiga orang wisatawan luka-luka.
Erma sapaan akrab Siti Mukaromah mengatakan, pengelola wisata termasuk Dinas Pariwisata Bali harus melakuan evaluasi kejadian di Monkey Forest Ubud. Termasuk adakah unsur kelalaian dari pengelola objek wisata yang membiarkan wisatawan tetap masuk lokasi di tengah angin kencang.
"Harus evaluasi untuk tahu apakah ada kelalaian pengelola atau karena ada faktor lainnya. Ini penting agar peristiwa ini tidak terjadi lagi di tempat-tempat wisata lainnya,” katanya.
Dia menilai peristiwa meninggalnya wisatawan asing bisa menjadi promosi buruk bagi pariwisata Indonesia di luar negeri. Menurutnya perlu ada tindakan khusus untuk memastikan jika kasus Monkey Forest Ubud ditangani secara profesional.
“Tentu kita berharap agar kasus ini tidak mempengaruhi persepsi wisatawan asing ke pariwisata Indonesia maka dibutuhkan tindakan konkret dari pemerintah,” ujarnya.
Erma mengatakan manajemen keamanan dan keselamatan di tempat wisata adalah tanggungjawab bersama yakni pihak pemerintah, pelaku bisnis atau pengusaha wisata, pengelola, maupun masyarakat. Menurutnya tindakan preventif untuk memastikan keselamatan wisatawan.
“Kementerian Pariwisata perlu memastikan SOP bagi pengelola wisata jika ada situasi atau kondisi yang bisa mengancam keselamatan wisatawan baik dari manca negara maupun wisatawan lokal,” pungkasnya.
Tutup Sementara
Sementara itu, General Manager Monkey Forest, Anak Agung Bagus Bhaskara mengatakan bahwa setelah insiden itu, Monkey Forest Ubud langsung ditutup.
"Iya kita sudah melakukan penutupan langsung dari kemarin," kata Bhaskara saat dikonfirmasi.
Ia juga menyampaikan, bahwa pihaknya tidak mengetahui berapa lama Monkey Forest akan ditutup.
"Ini kita lagi koordinasi dengan pihak Pemkab (Gianyar) BPBD dan kepolisian. Jadi menunggu arahan yang berwenang saja ini," jelasnya.
Dia dan manajemen Monkey Forest Ubud menyampaikan perasaan duka cita yang sangat mendalam atas tewasnya dua turis asing tersebut.
"Kami ingin menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka. Tim kami telah bertindak cepat untuk memberikan bantuan pertama di lokasi dan melakukan pendampingan intensif kepada para korban, pengurusan untuk segala keperluan administrasi, asuransi hingga akomodasi," ucap Bhaskara.
"Selanjutnya, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kedutaan atau Konsulat, termasuk bekerjasama dengan paramedis dan pihak berwenang untuk memastikan perawatan yang optimal bagi ketiga korban tersebut," lanjutnya.
Bhaskara mengatakan, saat kejadian angin berembus cukup kencang secara tiba-tiba dan menyebabkan sebuah dahan besar salah satu pohon di area hutan patah dan tumbang, sehingga menimpa korban.
Dia menerangkan, sebagai kawasan konservasi hutan yang mengutamakan kelestarian alam dan keselamatan pengunjung, Monkey Forest Ubud, memiliki agenda rutin mingguan dan bulanan untuk perawatan dan konservasi hutan, termasuk pemeriksaan kondisi pohon dan lingkungan sekitarnya.
"Bahkan, pihak kami selalu menyarankan kepada seluruh pengunjung untuk selalu waspada dan tidak memasuki kawasan tersebut saat turun hujan melanda. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan terbaik kepada para korban, memastikan keselamatan para pengunjung, dan menjaga keharmonisan alam kawasan ini," ujarnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·37 menit yang lalu -
OLAHRAGABigetron by Vitality Juara MPL ID S18 Usai Tekuk NAVI
Herman Saleh Harahap·58 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·3 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan