DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah, meminta pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan hewan yang diperdagangkan memenuhi standar kesehatan, kelayakan fisik, serta sesuai dengan syariat Islam.
Hindun menegaskan, lemahnya pengawasan berisiko meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berpotensi membatalkan keabsahan ibadah kurban.
Menurutnya, hewan kurban harus berada dalam kondisi sehat, aktif, memiliki nafsu makan yang baik, serta bebas dari cacat fisik seperti pada bagian telinga maupun ekor.
“Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti,” ujar Hindun, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menyoroti ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menghantui populasi sapi, kambing, dan domba. Gejala seperti luka pada mulut dan kaki, demam tinggi, hingga kondisi tubuh melemah harus diwaspadai secara serius oleh petugas di lapangan.
“Penyebaran PMK dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas daging kurban, mengganggu rantai distribusi ternak, hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Legislator asal Jawa Tengah itu menilai pemerintah perlu melakukan mitigasi sejak dini. Dinas peternakan di daerah diminta melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh di pasar hewan. Selain itu, setiap hewan kurban wajib dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan.
Pemerintah daerah juga didorong memperketat pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah guna mencegah penyebaran penyakit.
Di sisi lain, Hindun mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Ia mengingatkan agar calon pekurban tidak hanya tergiur harga murah atau ukuran besar tanpa memperhatikan kondisi kesehatan hewan.
“Masyarakat harus lebih bijak. Jangan hanya melihat harga dan ukuran, tetapi pastikan hewan tersebut sehat, tidak cacat, dan sesuai syariah. Kesadaran masyarakat adalah kunci, karena ibadah kurban bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan,” pungkasnya.
(LS/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·26 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Kredit Macet BRI Titi Papan, Hakim Pertanyakan Validitas Usaha Para Nasabah
hendra·34 menit yang lalu -
KRIMINALTarget Operasi Sikat I Musi 2026, Polsek Rambang Bekuk Pembobol Rumah di Muara Enim
Rozie Winata·38 menit yang lalu -
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·57 menit yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKKelakar Bobby Nasution ke Maba di UMSU: Banyak-banyak Foto Pas Kuliah, Biar Ada Bukti Ijazah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Raih Apresiasi Kakorbinmas Baharkam Polri Berkat Capaian Gerakan Pangan Murah dan Satkamling
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIAwal Pekan Loyo, Harga Emas Antam Jatuh ke Rp2.597.000 Per Gram
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan