Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Ingatkan Pemerintah: Kebijakan Tembakau Jangan Picu PHK dan Gejolak Ekonomi

Nurhadi ingatkan kebijakan tembakau harus seimbang agar tak picu PHK dan gejolak ekonomi nasional.

Bagikan:
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan komitmen DPR untuk mengawal ketat arah kebijakan pengendalian tembakau agar tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas, Kamis (2/4/2026).(foto: istimewa)
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan komitmen DPR untuk mengawal ketat arah kebijakan pengendalian tembakau agar tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas, Kamis (2/4/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi IX menegaskan komitmen DPR untuk mengawal ketat arah kebijakan pengendalian agar tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak merumuskan regulasi secara sepihak dengan hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons wacana pembatasan kadar nikotin dan tar yang diusulkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), serta rencana penerapan kemasan polos (plain packaging) oleh Kementerian Kesehatan.

Menurut , setiap kebijakan harus mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan sektor ekonomi yang terdampak.

“Regulasi harus proporsional. Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru memicu gelombang dan mengganggu stabilitas ekonomi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Politikus Partai NasDem itu menilai, wacana kemasan polos perlu dikaji secara komprehensif. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada industri hasil , tetapi juga pada petani, tenaga kerja, pelaku UMKM, hingga penerimaan negara.

Nurhadi juga mengingatkan bahwa kebijakan kemasan polos tidak bisa dilihat semata dari perspektif kesehatan. Menurutnya, terdapat aspek hukum dagang dan perlindungan hak usaha yang harus menjadi perhatian lintas sektor.

“Jika identitas merek dihapus sepenuhnya, perlu dikaji apakah kebijakan tersebut masih dalam koridor regulasi atau justru berlebihan,” kata anggota BKSAP ini.

Lebih lanjut, ia menilai penerapan Graphic Health Warning (GHW) selama ini sudah memberikan peringatan kesehatan yang cukup kuat kepada masyarakat. Karena itu, penambahan kebijakan baru harus didasarkan pada kajian yang matang dan menyeluruh.

DPR, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah agar setiap kebijakan pengendalian tembakau disusun secara hati-hati, berbasis data, dan tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas.

“Kami akan memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan keberlanjutan ,” tegas legislator dapil Jatim VII ini. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru