DPD Soroti Timsus Anti Begal Polda Metro
Dengan adanya TPPP, menurut Thaha, seharusnya tidak ada lagi tim-tim dadakan bernama angker
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdul Rachman Thaha menyoroti langkah Polda Metro Jaya yang membentuk Tim Khusus (Timsus) Anti Begal.
Thaha mengungkapkan, sebab Kabaharkam Polri Komjen Pol Fadil Imran telah membentuk dan meresmikan Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) di seluruh Polda.
Dengan adanya TPPP tersebut, menurut Thaha, seharusnya tidak ada lagi tim-tim dadakan bernama angker seperti yang sering unjuk kebolehan di program-program televisi.
“Apalagi karena TPPP disebut-sebut fokus pada pencegahan, maka pembentukan tim baru oleh Polda Metro Jaya menyiratkan betapa tidak efektifnya TPPP,” ungkapnya, Sabtu (18/5/2024).
Thaha menyampaikan, langkah terburu-buru seperti membentuk Timsus Anti Begal itu sebenarnya tidak perlu dilakukan.
“Dulu, November-Desember 2020, TNI turun tangan di Petamburan dan sekitarnya. Itu berlangsung menyusul situasi yang dinarasikan mencekam dan segala macamnya di ibukota. Dalam ukuran saya, operasi semacam itu tergolong offside,” ujarnya.
Thaha pun menyarankan, akan lebih baik jika aparat penegak hukum, termasuk TNI untuk berkoordinasi lebih intens lagi.
“Cobalah Polri dan TNI berembuk ulang. Begal-begal brengsek itu sekarang mau diapakan?. Diperingatkan, sudah kebal. Diproses hukum, lama. Didiversi, begal malah bikin makan hati berulam jantung. Buktinya mereka kambuh lagi. Dihakimi massa, lah justru masyarakat kini mulai terjangkiti fear of crime,” katanya.
Yang jelas, ungkap Thaha, perlu ada tindakan tegas dan terukur dari aparat penegak hukum untuk mengatasi para begal yang telah meresahkan dan menyakiti masyarakat itu.
“Tak perlulah pakai peringatan lagi. Memang, nantinya bisa saja ada yang nyinyir buka suara tentang HAM. Ah, melindungi masyarakat tentu harus diutamakan. HAM warga yang ingin hidup tenteram, yang jumlahnya jauh lebih banyak, pastinya lebih penting ketimbang HAM-nya tukang bikin onar,” ungkapnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk Timsus Anti Begal.
Hal itu menyusul adanya aksi pembegalan yang dialami oleh calon siswa Bintara Polri Satrio Mukhti (18) pada Sabtu 11 Mei 2024 subuh di Kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar).
Satrio menjadi korban begal dan jari kelingkingnya putus akibat mendapat sabetan senjata tajam dari para pelaku begal.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANWakil Wali Kota Medan Apresiasi Pembukaan Restoran Oedoek Seroe
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
E-SportONIC Tumbangkan NAVI 2-1 di Laga Penutup MPL ID Season 18 Week 7
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMUTHinca Panjaitan Minta Polisi Usut Kematian Lembu di Simalungun
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
SUMSELKabut Asap Ganggu 31 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
PENDIDIKAN"Spark Go To Campus", Rico Waas Tekankan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTSMSI Madina Desak APH Tangkap Pemilik Ekskavator PETI Jambur Tarutung
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Ringkus 44 Tersangka Kasus Curas dan Curat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan