Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pasar ekspor kelapa bulat Indonesia masih didominasi China. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, nilai pengiriman komoditas tersebut mencapai USD 208,2 juta atau melonjak 143,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, China menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai USD 171,3 juta. Angka ini jauh melampaui negara tujuan lainnya seperti Vietnam sebesar USD 34,4 juta dan Malaysia USD 1,2 juta.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan dominasi China terlihat konsisten sepanjang tahun 2025.
Baca Juga : Lanjut Naik, Harga Emas Antam Sentuh Level Rp1.124.000, Perak Naik Rp12.850
Jika menilik data tahun sebelumnya, sepanjang 2024 Indonesia mengekspor 431,91 juta kilogram kelapa dengan total nilai USD 113,5 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 392,5 juta kilogram atau senilai USD 102,5 juta dikirim ke China.
Negara lainnya seperti Vietnam menerima 31,3 juta kilogram, Thailand 3,9 juta kilogram, Malaysia 3,8 juta kilogram, hingga Republik Macedonia dalam jumlah lebih kecil.
Memasuki kuartal I 2025, tren tersebut belum berubah. Dari total 109,9 juta kilogram ekspor kelapa, sebanyak 103,6 juta kilogram terserap pasar China, sementara Vietnam berada di posisi kedua dengan 2 juta kilogram.
Baca Juga : Harga Emas Antam Terjun ke Level Rp1.111.000
Tren Minuman Kelapa Dongkrak Permintaan
Tingginya permintaan kelapa di China dinilai berkaitan dengan tren minuman berbahan dasar kelapa yang kian populer. Salah satunya adalah produk kopi campuran air kelapa yang dipasarkan jaringan kopi ternama, Luckin Coffee.
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menilai pemanfaatan kelapa Indonesia dalam minuman kekinian di Negeri Tirai Bambu menjadi bentuk nyata kolaborasi dagang sekaligus kedekatan budaya kedua negara.
Baca Juga : Kasus Motor "Brebet" di Jatim, LAPK: Pertamina Harus Uji Petik BBM di Sumut
Selain kelapa, data otoritas kepabeanan China (GACC) juga menunjukkan peningkatan signifikan ekspor kopi Indonesia sepanjang 2025. Bahkan, nilai ekspor kelapa Indonesia ke China pada tahun tersebut disebut melampaui USD 245 juta.
Ekspor ke AS Didominasi Produk Manufaktur
Berbeda dengan China, komoditas utama ekspor Indonesia ke Amerika Serikat bukan berasal dari kelapa bulat. BPS mencatat produk mesin dan perlengkapan elektronik (HS85), pakaian rajutan (HS61), serta alas kaki menjadi penyumbang terbesar surplus perdagangan Indonesia dengan Negeri Paman Sam.
Baca Juga : Begini Cara Cairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan
Data tersebut menegaskan bahwa meski pasar ekspor Indonesia semakin beragam, China tetap menjadi mitra dagang strategis untuk komoditas kelapa nasional.
(Dra/nusantaraterkini.co).
