Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bangkit dari Lumpur: Kisah Penyintas Banjir Bandang Tapsel Berjualan Sayur dengan Motor Sewaan

Kisah haru Khoiruddin, penyintas banjir bandang Tapsel yang bangkit berdagang sayur demi ekonomi keluarga

Khoiruddin Simatupang, seorang penyintas bencana di Tapsel menjajakan dagangan sayurnya ke warga. (Foto: dok Nusantaraterkini.co)
Khoiruddin Simatupang, seorang penyintas bencana di Tapsel menjajakan dagangan sayurnya ke warga. (Foto: dok Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, TAPSEL- Berdagang menjadi pilihan bagi sebagian banjir bandang di Kabupaten (Tapsel) untuk keberlangsungan perekonomian keluarga mereka di bulan ramadan.

Seperti yang dilakoni Khoiruddin Simatupang, seorang pedagang sayur keliling yang sudah kembali menjajakan dagangannya, meski dengan motor sewaan.

Hal ini, lantaran semua harta bendanya, seperti rumah, sepeda motor dan lainnya telah hilang terbawa banjir bandang. Kemauan bangkit pria paruh baya itu dari keadaan, tidak terlepas dari dukungan sang istri tercinta.

Pasalnya, keduanya saat ini masih tinggal di tenda pengungsian dan hanya dapat menggantungkan nasibnya dari para dermawan.

Tak mau berpangku tangan, dua pekan setelah desa mereka luluh lantak diterjang banjir bandang, Khoiruddin yang akrab dipanggil Pak Sus bertekad untuk kembali berjualan.

"Saya tidak mau hanya menunggu dikasihani pemerintah atau relawan yang datang," katanya, Jumat (27/2/2026).

Sebelumnya, banjir bandang di dan Huta Godang, Tapsel sudah terjadi hampir tiga bulan lamanya. Tapi rasa trauma akibat peristiwa bencana alam itu masih ada hingga sekarang.

Apa lagi saat setiap hujan datang, warga merasa was-was dan cemas. Perasaan itu masih terus muncul dan sangat membekas bagi para penyintas.

Jeritan dan tangisan serta teriakan minta tolong masih terngiang-ngiang. Bencana kali ini menjadi yang pertama dan terdahsyat, bahkan desa yang dahulu asri kini porak-poranda diterjang banjir bandang.

Meski sudah tiga bulan lamanya, sisa-sisa material yang terbawa seperti kayu, lumpur dan bebatuan masih tampak.

Desa Garoga dan Huta Godang, Kecamatan , menjadi dua daerah yang paling terdampak. Rumah-rumah yang dahulu berdiri tegak dan kokoh, sekarang luluh lantak dan rata dengan lumpur.

(Tim/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru