Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cerita Ibu Muda Asal Siantar Liburan Idul Adha di Negeri Seberang: Vibesnya Biasa Aja

Suasana Idul Adha di Kuala Lumpur tidak seperti yang dibayangkan Yuli Assari Butar-butar. Tidak ada gema takbir semalam suntuk. Tidak ada iring-iringa

Yuli Assari Butar-butar saat berlibur di Malaysia, tepat pada hari raya Idul Adha. (Foto: Dokumen pribadi)
Yuli Assari Butar-butar saat berlibur di Malaysia, tepat pada hari raya Idul Adha. (Foto: Dokumen pribadi)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – Suasana di tidak seperti yang dibayangkan Butar-butar. Tidak ada semalam suntuk. Tidak ada iring-iringan anak muda membawa bedug keliling kampung. Tidak ada dentuman petasan di kejauhan. Kondisinya hening, bahkan biasa saja.

"Idul Adha di sana vibes-nya biasa aja, enggak semeriah di ," katanya saat berbagi cerita kepada nusantaraterkini.co, Rabu (11/6/2025).

Yuli, yang juga seorang ibu muda asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, merayakan kali ini di negeri jiran, Malaysia. Liburan itu ia rancang sederhana sekadar menemani sang ibu berlibur di sela sela cuti kerja. Tidak ada rencana besar, apalagi ekspektasi religius. Tapi momen lebaran di negeri orang tetap menghadirkan kejutan-kejutan kecil.

Salah satunya adalah perbedaan suasana yang cukup mencolok. Di , malam sebelum Idul Adha identik dengan hiruk-pikuk, takbiran keliling, pengeras suara masjid yang bersahut-sahutan, hingga jalan-jalan yang padat. Di Malaysia, kata Yuli, atmosfernya jauh lebih tenang.

"Enggak ada takbiran keliling, masjid-masjid juga enggak kedengaran takbiran malam kayak di Indonesia," ujarnya.

Ada pula perbedaan waktu. Saat umat Muslim di Indonesia menunaikan salat Id pada Jumat pagi, Yuli baru melaksanakannya keesokan harinya. Malaysia, yang merujuk pada otoritas rukyat lokal, menetapkan Idul Adha pada Sabtu (7/6/2025).

Namun, di balik ketenangan itu, Yuli menemukan hal lain, ruang untuk menikmati kota. Ia dan keluarganya sempat mengikuti tur keliling kota dengan bus wisata terbuka. Jalanan lengang, tidak ada kemacetan, dan nyaris tanpa keramaian.

“Kata sopir bus, warga lokal banyak yang mudik ke kampung halaman. Jadi kota sepi,” jelas Yuli.

Pengalaman merayakan lebaran di luar negeri ini menjadi yang pertama bagi Yuli. Meski jauh dari kemeriahan kampung halaman, ia tetap bersyukur. Ada kesan unik, ada cerita yang bisa dibawa pulang.

“Awalnya kami kira suasananya bakal mirip kayak di Indonesia, tapi ternyata beda banget. Tapi ya itu dia serunya bisa ngerasain suasana baru,” ujarnya.

Bagi Yuli, lebaran Idul Adha tahun ini bukan hanya soal hari besar keagamaan. Ia adalah jendela kecil untuk melihat wajah lain dari tradisi Muslim di negara tetangga. Tenang, teratur, dan tetap hangat dalam kesederhanaannya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru