Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Bencana Sumatera : Satgas PKH Diminta Tindak Tegas Pelaku Kayu Gelondongan

Daniel Johan minta Satgas PKH usut kayu gelondongan penyebab banjir Sumatera dan tindak tegas pelaku perusakan hutan tanpa tebang pilih.

Daniel Johan (foto:istimewa)
Daniel Johan (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA-Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kini tengah melakukan penyelidikan terkait yang hanyut dan menumpuk akibat banjir besar di Aceh dan Sumatera.

Anggota menegaskan, keberadaan kayu gelondongan tersebut merupakan bukti nyata adanya penebangan hutan secara masif yang berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan.

“Kayu-kayu itu tidak mungkin muncul tiba-tiba. Itu jelas berasal dari hutan yang ditebang, dan menunjukkan betapa parahnya kita. Ini adalah bencana ekologis,” tegas Daniel, Rabu (4/12/2025).

Baca Juga : Update: Korban Meninggal Bencana Sumatera Naik jadi 770 Orang, 463 Jiwa Masih Hilang

Baca Juga : Pakar Kebencanaan: Banjir dan Longsor di Sumatera Layak Ditetapkan Status Bencana Nasional
Ia menilai banjir yang terjadi bukan semata peristiwa alam, melainkan buah dari praktik yang terus berulang. Oleh sebab itu, ia menyerukan perlunya ‘taubat ekologis’ dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, hingga pelaku industri yang terlibat dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Daniel juga menekankan pentingnya yang adil dan tanpa kompromi. Ia meminta aparat penegakan hukum yang tergabung dalam untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku yang bertanggung jawab, baik individu maupun perusahaan.

“Satgas tidak boleh tebang pilih. Bila ada pelaku yang memiliki nama besar, apakah pengusaha atau pejabat, Satgas harus berani mengungkapkannya. Tidak boleh ada yang ditutupi. Jangan ada yang dilindungi,” tegas anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR ini.

Menurut Daniel, tindakan tegas yang tidak memandang bulu sangat penting, mengingat kerusakan hutan telah menimbulkan kerugian besar dan menyengsarakan rakyat.

 “Mereka yang merusak alam harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bencana yang terjadi ini adalah akibat dari keserakahan dan pelanggaran hukum. Tidak boleh ada toleransi,” tandas Daniel yang juga legislator dapil Kalbar ini.

Baca Juga : Update: Korban Meninggal Bencana Sumatera Naik jadi 770 Orang, 463 Jiwa Masih Hilang 

Ia menyerukan agar momentum ini menjadi titik balik perbaikan tata kelola hutan dan di Indonesia, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

(cw1/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait