Babi Panggang Karo akan Dipromosikan ke Korea Selatan: Strategi Kuliner, Ekonomi, dan Budaya
Bayangkan dampaknya. UMKM kuliner, peternak babi lokal, hingga pelaku pariwisata akan langsung merasakan manfaatnya. Ini bisa jadi pintu masuk baru..
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana mempromosikan kuliner khas Tanah Karo, Babi Panggang Karo (BPK), ke Korea Selatan.
Rencana ini menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah, yang turut melibatkan Pemerintah Kota Medan dalam pelaksanaannya.
Langkah ini disambut positif oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal ke dunia internasional, tetapi juga dapat menjadi momentum penguatan ekonomi daerah.
“BPK ini kuliner ikonik dari Tanah Karo. Kalau dipromosikan ke mancanegara, kita sangat mendukung. Ini langkah cerdas yang bisa mendongkrak citra Sumut lewat jalur pariwisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal,” kata Mangapul kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Sabtu (31/5/2025).
Mangapul menilai bahwa pelibatan vlogger Korea dengan jutaan pengikut dalam strategi promosi ini merupakan pendekatan yang strategis. Konten digital yang dibuat oleh para influencer itu diyakini mampu memberikan eksposur besar bagi kuliner khas Sumut, sekaligus mendorong sektor UMKM, peternakan lokal, dan pariwisata.
“Bayangkan dampaknya. UMKM kuliner, peternak babi lokal, hingga pelaku pariwisata akan langsung merasakan manfaatnya. Ini bisa jadi pintu masuk baru untuk membangkitkan ekonomi Sumut,” ujarnya.
Meski demikian, Mangapul mengingatkan pentingnya membingkai promosi ini dalam narasi yang inklusif. Ia menggarisbawahi bahwa bahan dasar BPK yang berasal dari babi bisa menimbulkan sensitivitas di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk secara agama dan budaya.
“Promosi ini sebaiknya dikemas dalam semangat keragaman budaya, bukan gaya hidup tertentu. Saya sarankan agar konten promosi juga menampilkan kuliner khas lainnya seperti arsik ikan mas, mie gomak, naniura, dan saksang. Dengan begitu, narasinya tetap inklusif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.
Pemprov Sumut sebelumnya memang tengah menyusun program promosi kuliner daerah sebagai bagian dari strategi besar mendorong potensi ekonomi kreatif. Salah satu pendekatan yang sedang dipertimbangkan adalah kolaborasi dengan influencer internasional terutama dari negara yang memiliki ketertarikan tinggi pada kuliner asing seperti Korea Selatan.
Dalam konteks global, promosi kuliner bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga diplomasi budaya dan ekonomi. Bagi Sumut, BPK bukan hanya makanan, tapi juga identitas. Tantangannya kini adalah bagaimana memperkenalkannya ke dunia tanpa mengabaikan sensitivitas domestik yang masih kuat.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELAngin Berubah Arah, Kabut Asap Karhutla di Palembang Mulai Berkurang
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan