Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ancaman Kemarau Ekstrem Bayangi Palembang, Tirta Musi Garansi Pasokan Air Bersih Warga Aman

Tirta Musi memastikan pasokan air bersih Palembang tetap aman selama kemarau ekstrem meski debit Sungai Musi menurun.

Direktur Teknik Perumda Tirta Musi, M Azharuddin memastikan tidak ada pemangkasan volume maupun pangkas jam pengaliran ke rumah pelanggan, Kamis (6/8/2026).(foto: tia/nusantaraterkini.co)
Direktur Teknik Perumda Tirta Musi, M Azharuddin memastikan tidak ada pemangkasan volume maupun pangkas jam pengaliran ke rumah pelanggan, Kamis (6/8/2026).(foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co - Perumda menjamin distribusi untuk warga Kota Palembang tetap aman dan berjalan normal, meskipun ancaman mulai memicu penyusutan debit permukaan . Hingga Juli 2026, produksi air baku dari delapan Instalasi Pengolahan Air Minum () bertahan stabil di angka 5.500 liter per detik.

Direktur Teknik , M Azharuddin memastikan tidak ada pemangkasan volume maupun pangkas jam pengaliran ke rumah pelanggan.

"Alhamdulillah, meskipun secara fisik permukaan terlihat surut hingga di beberapa titik, kondisi tersebut belum memengaruhi kuantitas produksi . Tidak akan ada penurunan kapasitas maupun pemotongan jam distribusi," ujar Azharuddin, saat dibincangi langsung di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).

Dikatakannya, resiliensi pasokan air baku di tengah kemarau panjang ini, merupakan buah dari rekayasa infrastruktur yang diterapkan sejak 2019. Karenanya, telah merestrukturisasi sistem penyedotan pada dua titik rawan pendangkalan, yaitu Intake Karang Anyar dan Intake Ogan.

"Melalui penerapan pompa penyedot langsung (direct pumping) ke badan utama Sungai Musi, operasional pengambilan air baku kini kebal dari dampak penurunan debit air di area kanal daratan," sebut M Azharuddin menjelaskan metodenya.

Dari aspek mutu teknis, lanjutnya, tingkat kekeruhan (turbidity) air Sungai Musi saat kemarau melandai ke kisaran 30–50 NTU. Meski demikian, tingkat keasaman (pH) cenderung mengalami penurunan yang langsung diintervensi oleh tim produksi.

"Kondisi pH yang rendah kita antisipasi dengan penambahan kapur pada proses koagulasi agar kualitas air olahan tetap terjaga sesuai standar teknis. Hasil pemantauan berkala menunjukkan pH air masih stabil di angka 6,5 hingga 7," jelasnya.

Guna mengantisipasi skenario kemarau yang meluas hingga akhir tahun, Perumda Tirta Musi turut menyiagakan armada mobil tangki. Layanan darurat ini diprioritaskan bagi kawasan pemukiman non-pelanggan yang mengandalkan sumur galian yang mulai mengering.

Di sisi eksistensi bisnis, jumlah cakupan pelanggan Perumda Tirta Musi hingga Juni 2026 telah menembus 376 ribu sambungan rumah (SR). Perusahaan optimistis mampu menambah 15 ribu pelanggan baru sepanjang tahun ini seiring ekspansi jaringan perpipaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan domestik harian. Aktivitas yang membutuhkan volume air besar seperti mencuci kendaraan di rumah sebaiknya dikurangi selama ," pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru