Ancaman Kemarau Ekstrem Bayangi Palembang, Tirta Musi Garansi Pasokan Air Bersih Warga Aman
Tirta Musi memastikan pasokan air bersih Palembang tetap aman selama kemarau ekstrem meski debit Sungai Musi menurun.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Perumda Tirta Musi menjamin distribusi air bersih untuk warga Kota Palembang tetap aman dan berjalan normal, meskipun ancaman kemarau ekstrem mulai memicu penyusutan debit permukaan Sungai Musi. Hingga Juli 2026, produksi air baku dari delapan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) bertahan stabil di angka 5.500 liter per detik.
Direktur Teknik Perumda Tirta Musi, M Azharuddin memastikan tidak ada pemangkasan volume maupun pangkas jam pengaliran ke rumah pelanggan.
"Alhamdulillah, meskipun secara fisik permukaan Sungai Musi terlihat surut hingga di beberapa titik, kondisi tersebut belum memengaruhi kuantitas produksi air bersih. Tidak akan ada penurunan kapasitas maupun pemotongan jam distribusi," ujar Azharuddin, saat dibincangi langsung di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).
Dikatakannya, resiliensi pasokan air baku di tengah kemarau panjang ini, merupakan buah dari rekayasa infrastruktur yang diterapkan sejak 2019. Karenanya, Perumda Tirta Musi telah merestrukturisasi sistem penyedotan pada dua titik rawan pendangkalan, yaitu Intake Karang Anyar dan Intake Ogan.
"Melalui penerapan pompa penyedot langsung (direct pumping) ke badan utama Sungai Musi, operasional pengambilan air baku kini kebal dari dampak penurunan debit air di area kanal daratan," sebut M Azharuddin menjelaskan metodenya.
Dari aspek mutu teknis, lanjutnya, tingkat kekeruhan (turbidity) air Sungai Musi saat kemarau melandai ke kisaran 30–50 NTU. Meski demikian, tingkat keasaman (pH) cenderung mengalami penurunan yang langsung diintervensi oleh tim produksi.
"Kondisi pH yang rendah kita antisipasi dengan penambahan kapur pada proses koagulasi agar kualitas air olahan tetap terjaga sesuai standar teknis. Hasil pemantauan berkala menunjukkan pH air masih stabil di angka 6,5 hingga 7," jelasnya.
Guna mengantisipasi skenario kemarau yang meluas hingga akhir tahun, Perumda Tirta Musi turut menyiagakan armada mobil tangki. Layanan darurat ini diprioritaskan bagi kawasan pemukiman non-pelanggan yang mengandalkan sumur galian yang mulai mengering.
Di sisi eksistensi bisnis, jumlah cakupan pelanggan Perumda Tirta Musi hingga Juni 2026 telah menembus 376 ribu sambungan rumah (SR). Perusahaan optimistis mampu menambah 15 ribu pelanggan baru sepanjang tahun ini seiring ekspansi jaringan perpipaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan domestik harian. Aktivitas yang membutuhkan volume air besar seperti mencuci kendaraan di rumah sebaiknya dikurangi selama musim kemarau," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan