Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Akses Alat Berat Terhambat, Pencarian Korban Banjir-Longsor di Sumut Berjalan Lambat

Gubernur Bobby Nasution sebut pencarian korban banjir Sumut lambat karena alat berat terhambat. 335 jiwa meninggal, Tapteng terisolir

Proses evakuasi korban meninggal dunia di Desa Bair Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Proses evakuasi korban meninggal dunia di Desa Bair Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Proses bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara, berlangsung sangat lambat. Hal tersebut, terjadi akibat beberapa titik belum dapat dijangkau oleh alat berat.

“Ya itu tadi ada yang alat berat belum masuk tapi personel sudah. Tentunya personil tetap melakukan pencarian,” ucap Gubernur Sumut , kepada wartawan di Medan, pada Senin (15/12/2025).

Kata Bobby, keterbatasan akses itu membuat proses memakan waktu jauh lebih lama. Tanpa alat berat, petugas harus menyisir timbunan lumpur, material longsor, dan puing bangunan secara manual di tengah medan yang labil dan berisiko.

Baca Juga : Polres Simalungun Kirim 1.620 Paket Makanan dan Sarung untuk Korban Bencana Tapteng-Sibolga

“Kalau hanya personel saja, bisa membutuhkan lima hari. Tapi kalau alat berat sudah masuk, mungkin cukup dua hari,” ujar Bobby.

Bobby juga mengatakan, jika pemerintah tengah membuka akses ke wilayah-wilayah yang terisolir. Bantuan dari pemerintah pusat juga mulai digerakkan.

“Kemarin dari pemerintah pusat ada tujuh alat berat tambahan. Sekarang masih dikirim ke karena di sana masih ada wilayah yang terisolir,” kata Bobby.

Perlu diketahui, berdasarkan data per-Minggu (14/12/2025) dari , total korban meninggal dunia telah mencapai 335 jiwa, korban hilang 84, dan yang terluka sebanyak 2.285 orang.

Wilayah terdampak terparah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah () dengan 122 orang meninggal, 50 orang hilang, dan 26 orang luka-luka. Sementara di Kabupaten (), tercatat 86 orang meninggal, 30 orang hilang, dan 2.189 orang luka-luka. Di Kota Sibolga, korban meninggal mencapai 54 orang, 1 orang hilang, dan 61 orang terluka.

Baca Juga : MPR Salurkan 5.000 Paket Bantuan Sembako, Obat-obatan, Hingga School Kit di Aceh

Dilain sisi, BPBD Kabupaten , merilis data terbaru per-tanggal 14 Desember 2025. Saat ini sebanyak tujuh desa dan satu kelurahan masih terisolasi sejak bencana melanda Tapteng.

Berikut rinciannya yang dirunut berdasarkan Kecamatan:

1. Kecamatan Tukka: Desa Saur Manggita dan Kalangan II.

2. Kecamatan Sibabangun: Desa Sibio-bio.

3. Kecmatan Lumut: Desa Sialogo.

4. Kecamatan Sitahuis: Desa Bonan Dolok, Naga Timbul, Simaninggir, dan Kelurahan Nauli.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait