Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ahli Vulkanologi: Erupsi Gunung Sinabung akan Berbeda dengan Letusan Sebelumnya

Gunung Sinabung kembali meletus. Mbah Surono ungkap bedanya dengan erupsi tahun sebelumnya & status Sibayak

Bagikan:
Tangkapan layar video Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi, Senin (31/8/2026). (Foto: dok Instagram/@nuter.id)
Tangkapan layar video Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi, Senin (31/8/2026). (Foto: dok Instagram/@nuter.id)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Setelah sempat kembali tertidur sejak erupsi terakhir pada 2018 lalu, kembali meletus pada, Senin (31/8/2026) pagi kemarin.

Tercatat, tinggi abu vulkanik yang dimuntahkan mencapai radius sejauh 3.500 meter.

Akibatnya, sejumlah wilayah khususnya di Kota Berastagi diguyur hujan abu vulkanik. Bahkan, pihak Bandara Kualanamu mencatat, sebanyak 21 penerbangan harus dibatalkan.

, Dr Surono atau yang dikenal dengan menyatakan, sifat letusan erupsi Gunung Sinabung kali ini akan berbeda dengan erupsi yang pernah terjadi sebelumnya, khususnya pada rentang waktu tahun 2010, 2013 dan 2018.

Sebab, menurut dia, letusan yang terjadi kali ini, berdasarkan data, aktivitasnya sudah cenderung menurun.

"Saya kira beda seperti 2010-2013, yang terjadi akibat penumpukan dari sekian ratus tahun. Kalau ini kan baru saja meletus kemarin, kemudian sistemnya juga sudah terbuka, yang tertimbun sedikit magma dia langsung meletus. Jadi berbeda," ungkapnya kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (1/9/2026).

Disinggung mengenai apakah kemungkinan akan memiliki karakteristik seperti erupsi Gunung Merapi, menyatakan bahwa ini memiliki sifat vulkanik yang jauh berbeda.

Gunung Merapi kata dia, sebelum meletus terlebih dahulu membuat kubah dan kubahnya longsor, kemudian terjadi awan panas guguran.

"Sedangkan kalau ini kan (Gunung Sinabung) terjadi eksplosif, terjadi letusan. Dia mengeluarkan asap dan material letusan, tidak menumpuk, kalau Gunung Merapi kan menumpuk," jelasnya.

Meski begitu, dia mengimbau masyarakat agar mematuhi dan mengikuti peta kawasan bencana erupsi Gunung Sinabung ini.

"Saya kira di sana sudah ada peta kawasan bencana untuk Sinabung, ya sudah ikuti saja itu, saya kira masyarakat sudah tahu itu," katanya.

Namun, Mbah Surono mengaku heran, kenapa statusnya Gunung Sinabung baru dinaikan setelah terjadi letusan.

"Padahal aktivitasnya meningkat cukup punya waktu ya," sebutnya.

Selain itu, Mbah Surono menyatakan, Erupsi Gunung Sinabung kecil kemungkinan akan mendorong aktivitas .

Karena, tambahnya, jika ada dua gunung api, hanya satu gunung yang akan mengeluarkan magma, seperti Gunung Merapi dan Merbabu dan Gunung Lewatobi Laki-laki dan Lewatobi Perempuan, serta Gunung Sinabung dan Sibayak.

"Jadi kecil kemungkinan untuk saat ini Sibayak akan meletus," pungkasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait