Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

38.878 Lahan Pertanian Terdampak Banjir dan Longsor, Pemprov Sumut dan Kementan Percepat Identifikasi

38.878 ha lahan pertanian di Sumut terdampak banjir dan longsor, 5.570 ha puso. Pemprov dan Kementan percepat identifikasi serta pemulihan.

Pj. Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam Serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi Wilayah Provinsi Sumut di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian, Jalan Binjai KM 10 Tromol Pos No. 1 Medan, Minggu (7/12/2025). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)
Pj. Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam Serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi Wilayah Provinsi Sumut di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian, Jalan Binjai KM 10 Tromol Pos No. 1 Medan, Minggu (7/12/2025). (Foto : Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut)
A A

Nusantaraterkini.co,DELISERDANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara () bersama Kementerian Pertanian bergerak cepat mengidentifikasi yang terdampak banjir dan di sejumlah kabupaten/kota. Per 6 Desember 2025, teridentifikasi 38.878 hektare lahan pertanian terdampak, dengan 5.570 hektare mengalami dan estimasi kerugian mencapai Rp1,132 triliun.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut pada Rapat Koordinasi Identifikasi Dampak Bencana Alam serta Percepatan Penyampaian Calon Petani dan Calon Lokasi Wilayah Provinsi Sumut, di Aula , Jalan Binjai Km 10, Paya Geli, Sunggal, Deliserdang, Minggu (7/12/2025).

Baca Juga : Update Korban Banjir & Longsor Sumatera: 940 Meninggal, 265 Masih Hilang 

“Kolaborasi dengan ini sebagai komitmen pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif bencana terhadap dan kesejahteraan petani, serta mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak,” ujarnya.

Sulaiman menjelaskan bahwa dukungan dari Kementan dapat berupa rehabilitasi hingga pencetakan sawah baru. Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Tapanuli Tengah (), di mana lahan sawah berubah menjadi hamparan tanah setelah diterjang banjir, dan membutuhkan waktu serta biaya besar untuk kembali difungsikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Ketapang) Sumut Timur Tumanggor menambahkan bahwa sejumlah komoditas yang lahannya terdampak banjir maupun puso meliputi padi, padi persemaian, jagung, ubi kayu, hortikultura, serta jaringan irigasi. Estimasi potensi kehilangan produksi mencapai 118.526,75 ton, dengan nilai kerugian Rp1,132 triliun.

“Langkah dan upaya yang sudah dilakukan pasca bencana banjir dan longsor di Sumut yakni melakukan pendataan lahan sawah yang terdampak, penyaluran beras cadangan pemerintah provinsi sebanyak 45 ton kepada 10 kabupaten/kota, permohonan ke Bapanas untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah pusat dan telah dialokasikan sebanyak 2.258 ton,” jelasnya.

Baca Juga : Pemulihan Sektor Energi Aceh: Suplai BBM dan LPG Berangsur Pulih Pascabencana 

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk pengalokasian pascabencana untuk 1.500 hektare dari pemerintah provinsi dan 40.000 hektare dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian menyampaikan bahwa Kementan akan membantu merehabilitasi lahan sawah yang terdampak banjir dan longsor sesuai ketentuan.

Ia meminta kabupaten/kota segera mengidentifikasi klaster kerusakan sawah yang terdampak, apakah ringan, sedang, atau berat. “Untuk benih, Menteri Pertanian sudah menyiapkan bantuan. Begitupula tentang bantuan pangan sudah dikirim untuk tiga provinsi terdampak bencana, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang dikirim melalui jalur laut. Untuk Sumut bantuan dikirim menggunakan kapal dan akan bersandar di Pelabuhan Belawan,” sebutnya.

Rapat tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan I Gusti Ketut Astawa, Direktur Polbangtan Medan Nurliana Harahap, Forkopimda Sumut, serta kepala dinas pertanian dari kabupaten/kota terdampak bencana.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait