Viral Flexing Anak Pejabat Gayo Lues, Asisten I Setdakab Pilih Mundur dan Minta Maaf ke Publik
Asisten I Setdakab Gayo Lues mengundurkan diri usai anaknya viral diduga flexing di media sosial. Pemkab membentuk tim investigasi.
Nusantaraterkini.co, GAYO LUES – Polemik video yang memperlihatkan dugaan aksi pamer gaya hidup mewah (flexing) seorang perempuan berinisial SZ di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berbuntut panjang. Ayah SZ yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Video yang beredar luas di media sosial menampilkan SZ memamerkan sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport, sejumlah jeriken yang diduga berisi bahan bakar solar, hingga unggahan tiket perjalanan ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Inggris, Prancis (Paris), dan Jerman. Ia juga sempat mengunggah daftar harga mobil baru yang disebut sebagai kendaraan impiannya.
Salah satu unggahan yang menjadi sorotan publik bertuliskan, "Hidup kadang di Paris, Inggris, Jerman." Unggahan tersebut memicu kritik dari warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat Gayo Lues yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.
Menanggapi ramainya pemberitaan, dr. Nevirizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues.
"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Ia mengaku memahami kekecewaan masyarakat dan memohon maaf kepada pemerintah daerah serta warga yang merasa tersinggung atas unggahan tersebut.
Menurut Nevirizal, konten yang kini ramai diperbincangkan sebenarnya merupakan dokumentasi perjalanan keluarga yang dilakukan pada pertengahan 2025, sebelum bencana alam melanda Gayo Lues.
Ia menjelaskan, saat itu istri dan anaknya pergi ke Korea Selatan untuk mendampingi salah seorang anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata.
Meski demikian, sorotan publik terhadap unggahan tersebut terus bergulir di media sosial.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Nevirizal kemudian mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues.
Dalam surat yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, ia menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan dampak persoalan yang melibatkan keluarganya terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Menurutnya, walaupun persoalan tersebut bersifat pribadi, dirinya tetap memiliki kewajiban menjaga integritas, etika, dan nama baik institusi yang selama ini diembannya.
"Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini," tulis Nevirizal dalam surat pengunduran dirinya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas dukungan selama menjalankan amanah sebagai pejabat daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, membenarkan bahwa pemerintah daerah telah menerima surat pengunduran diri tersebut.
Menurutnya, Pemkab akan mempelajari surat itu dan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, pemerintah daerah juga akan membentuk tim khusus untuk menelusuri persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.
"Kami menerima surat pengunduran diri ini. Ke depan akan kami pelajari dan proses sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga akan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi persoalan ini, dan hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat," kata Maliki.
Hingga kini, polemik video viral tersebut masih menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, sementara hasil investigasi dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues masih dinantikan masyarakat.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALHasto Ungkap PDIP Intensif Lobi Fraksi DPR, Dorong Tindak Lanjut Putusan MA soal Gibran
hendra·32 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALUsai Pesta Miras, Pria di Maros Tikam Keponakan hingga Kritis gegara Salah Paham soal Gaji
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDKPP Terima 5 Aduan soal Pencalonan Gibran, Dua Siap Masuk Tahap Persidangan
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·3 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·4 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan