Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

KAI Sumut Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pascagempa M5,6 Aceh

KAI Sumut pastikan jalur kereta api aman dan operasional kembali normal pascagempa M5,6 di Aceh

Bagikan:
Petugas KAI Sumut melakukan pengecekan kondisi rel pascagempa M5,6 di Gayo Lues Aceh, Rabu (22/7/2026). (Foto: istimewa)
Petugas KAI Sumut melakukan pengecekan kondisi rel pascagempa M5,6 di Gayo Lues Aceh, Rabu (22/7/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - PT (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayahnya kembali berjalan normal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M)5,6 yang mengguncang kawasan , Aceh, Rabu (22/7/2026).

Langkah tanggap darurat dan pemeriksaan ketat langsung diterapkan guna menjamin keselamatan serta keamanan perjalanan para penumpang.

Manager Humas Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo menjelaskan, sesaat setelah gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) langsung mengambil tindakan preventif dengan menginstruksikan seluruh masinis untuk melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) pada pukul 11.20 WIB.

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Begitu menerima informasi gempa, kami langsung memberlakukan BLB untuk seluruh perjalanan KA, baik kereta penumpang maupun barang. Pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana segera dilakukan untuk memastikan seluruh lintas benar-benar aman sebelum operasional dilanjutkan," ujarnya.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di 41 kilometer timur laut Kabupaten , Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa tersebut dirasakan hingga ke wilayah Sumatera Utara, khususnya di Medan, Deliserdang dan Sibolga.

Meskipun guncangan terasa di beberapa daerah operasional, menerjunkan petugas untuk menyisir dan memeriksa secara detail seluruh infrastruktur perkeretaapian. Pemeriksaan mencakup jalur rel, jembatan, sistem persinyalan, hingga struktur bangunan stasiun.

Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa guncangan gempa yang berlangsung selama beberapa detik tersebut tidak merusak struktur bangunan stasiun maupun prasarana jalan rel. Layanan kepada penumpang di stasiun pun dipastikan tidak mengalami gangguan.

Setelah seluruh lintas dinyatakan aman tanpa adanya kerusakan atau potensi bahaya, operasional perjalanan kereta api resmi dibuka kembali secara normal pada pukul 12.09 WIB.

Penerapan prosedur BLB tersebut sempat menyebabkan enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan operasional yang berkisar antara 3 hingga 24 menit.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan yang terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan operasional yang tidak bisa ditawar demi memastikan prasarana dalam kondisi prima," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait