Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tuding Akun Medsos Giring Opini Buruk Soal Banjir, Kabag Protokol Palembang Tuai Kritik Pedas Netizen

Kabag Protokol Palembang tuai kritik usai tuding akun medsos giring opini buruk soal banjir, netizen nilai sikap antikritik.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah Kota Palembang, Paramiswari. (foto: ig @paramiswari)
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah Kota Palembang, Paramiswari. (foto: ig @paramiswari)
A A

Nusantaraterkini.co — Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Palembang, , menuai reaksi keras dari warganet. Hal ini setelah menuding salah satu akun sengaja menggiring opini buruk terkait unggahan permasalahan banjir di Kota Palembang.

“dr kemaren nian akun kau ni min y nggiring opini jelek, salah galo singgohnyo e, sampe brp postingan kuperhatike, mase imbas saket ati kalah kmr apo? Amen dak siap mangkonyo jgn nyubo2 berpolitik. sian nian y..,” isi komentar Kabaghumas Protokol di akun @palembanginfo.

Tudingan yang menyebut kritik tersebut sebagai bentuk "sakit hati" akibat hasil Pilkada sebelumnya memicu perdebatan publik, karena dinilai antikritik dan tidak relevan dengan fakta bencana yang sedang dihadapi masyarakat.

“Sebagai , seharusnya anda @paramiswari bisa membedakan antara kritik masyarakat dan ‘opini jelek’. Informasi banjir yang disampaikan itu fakta di lapangan, dirasakan langsung oleh warga, bukan sekadar narasi yang dibuat-buat,” kata pemilik akun Instagram @wandi_nazili, Sabtu (25/4/2026).

Netizen menilai sikap tersebut sebagai upaya mengalihkan substansi masalah banjir ke ranah politik praktis yang sudah berlalu, sehingga ruang aspirasi masyarakat menjadi terhambat oleh sentimen personal pejabat.

Akun @wandi_nazili menambahkan jika mengaitkan keluhan warga dengan dukungan politik pada Pilkada sebelumnya sangat tidak relevan karena banjir adalah masalah nyata yang dirasakan masyarakat saat ini.

“Membawa-bawa dukungan politik pada Pilkada sebelumnya dalam konteks ini juga tidak relevan. Banjir terjadi hari ini dan dirasakan masyarakat sekarang, bukan saat Pilkada. Kalau setiap suara publik dianggap ‘opini jelek’ dan dikaitkan dengan agenda politik, itu menunjukkan ketidakmampuan menerima kritik,” tambah pemilik akun @wandi_nazili.

Hingga saat ini, tersebut terus menjadi sorotan warga yang menuntut adanya perubahan nyata dalam penanganan banjir dibandingkan sekadar pembelaan diri di ruang publik digital.

“Kalau Walikota tidak mengambil tindakan tegas untuk ybs, perlu dipertanyakan sih ya,” tulis akun lainnya @dwikideape.

Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih responsif terhadap fakta lapangan dan tidak defensif saat mendapatkan masukan mengenai buruknya kota.

Pejabat publik diminta untuk fokus pada tugas utamanya, yakni mendengarkan keluhan dan mencari solusi konkret bagi permasalahan di Kota daripada membuang energi menyalahkan masyarakat di .

“Aku diblokir nyo min gara gara ngomen anti kritik,” tulis akun @muhammadabiyyuu. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait