Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Usai Serangan Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Makin Memanas
Trump mengancam menghancurkan infrastruktur Iran setelah serangan kapal di Selat Hormuz. Ketegangan AS-Iran kembali meningkat.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras menyusul serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Trump menegaskan Amerika Serikat akan merespons setiap serangan yang dilakukan Iran dengan menghancurkan infrastruktur strategis negara tersebut, termasuk jembatan maupun pembangkit listrik.
"Dengan ini saya nyatakan, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone maupun senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik," tulis Trump, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (23/7/2026).
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Washington setelah hubungan kedua negara kembali memburuk pascaruntuhnya gencatan senjata yang diikuti tewasnya tiga personel militer Amerika Serikat.
Menanggapi ancaman itu, Iran memberikan peringatan balasan. Sumber militer Iran yang dikutip kantor berita Tasnim menyebut Teheran siap menyerang infrastruktur dan fasilitas energi yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan apabila Washington benar-benar melaksanakan ancamannya.
"Jika Amerika menyerang satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, maka Iran juga akan menyerang infrastruktur dan jembatan di kawasan, termasuk fasilitas energi yang memiliki kepentingan Amerika Serikat," ujar sumber tersebut.
Iran juga menegaskan tetap akan mengendalikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Menurut sumber itu, kapal-kapal yang melintas hanya akan memperoleh jaminan keamanan apabila mengikuti koordinasi dan aturan pelayaran yang ditetapkan pemerintah Iran.
Sebelumnya, Trump juga pernah mengancam akan menyerang berbagai fasilitas vital Iran, termasuk pembangkit listrik, instalasi air, dan infrastruktur sipil lainnya. Namun, sejumlah pakar hukum internasional mengingatkan bahwa serangan terhadap objek sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Di tengah memanasnya situasi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menilai Iran belum menunjukkan keseriusan dalam mencapai kesepakatan damai. Meski demikian, Washington disebut masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi operasi militernya terhadap sejumlah target di Iran terus berlangsung. Serangan yang memasuki malam ke-11 berturut-turut itu disebut menyasar pusat operasi militer, gudang penyimpanan drone, serta fasilitas logistik militer sebagai bagian dari upaya mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALTinjau API Banyuwangi, Wamenaker Minta Peserta MagangHub Asah Kompetensi
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPembangunan Tong Pengolahan Emas di Desa Simalagi Madina Telan Korban Jiwa
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan