Tradisi Woet Dodol di Aceh Tamiang, Simbol Bangkitnya Warga Pascabanjir
Warga Aceh Tamiang lestarikan tradisi Woet Dodol sebagai simbol kebersamaan pascabanjir jelang Lebaran 2026
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Di tengah pemulihan pascabencana banjir bandang, sejumlah warga di Desa Tanjung Seumentoh, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali menghidupkan tradisi Weot Dodol.
Meski dalam keterbatasan, sejumlah warga tetap bersemangat mengaduk adonan dodol yang ada di atas kuali secara bergantian.
Aroma manis dodol yang dimasak ini pun perlahan tercium kuat dari sudut dapur darurat warga.
Tangan-tangan mereka tak henti bergerak, menjaga kekentalan dodol yang menjadi bagian penting dari tradisi Lebaran yang dikenal dengan sebutan woet dodol.
Suasana kebersamaan terlihat kental, diiringi canda ringan yang sesekali pecah di antara kepulan asap dan panas api.
Bagi para penyintas banjir di Aceh Tamiang, woet dodol bukan sekadar kegiatan memasak, melainkan warisan budaya turun-temurun yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi.
Salah seorang warga, Rasyidin (56), mengungkapkan, proses pembuatan dodol tradisional tersebut membutuhkan kesabaran dan tenaga ekstra.
Dalam sekali masak, diperlukan waktu hingga tujuh jam untuk menghasilkan dodol yang matang sempurna bertekstur kenyal, legit dan tahan lama.
“Biasanya kami buat ramai-ramai, gantian mengaduk supaya tidak gosong. Kalau tidak dijaga terus, dodol bisa rusak,” ujar Rasyidin, Senin (23/3/2026) malam.
Setelah matang, dodol yang dihasilkan tidak hanya dinikmati bersama keluarga, tetapi juga dibagikan kepada sanak saudara yang datang bersilaturahmi saat Hari Raya Idulfitri.
Sebagian lainnya dikemas rapi untuk dikirim kepada keluarga yang berada di luar daerah, menjadi pengikat rindu di momen Lebaran.
Meski Lebaran tahun ini dijalani dalam suasana sederhana akibat dampak banjir, semangat warga untuk menjaga tradisi tetap tak surut.
Melalui woet dodol, mereka menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap dapat dirawat, bahkan di tengah kondisi yang serba terbatas.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·4 jam yang lalu -
-
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·5 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·5 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·6 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·7 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·8 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan