Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tokoh Pendidikan Sumut Prof Syawal Gultom Wafat, Dedikasinya untuk Unimed Jadi Warisan Abadi

Prof Syawal Gultom wafat di Medan. Tokoh pendidikan dan Ketua Senat Unimed ini meninggalkan warisan pemikiran besar bagi dunia pendidikan Indonesia.

Guru Besar dan Mantan Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom. (Foto: dok Unime)
Guru Besar dan Mantan Rektor Unimed, Prof. Dr. Syawal Gultom. (Foto: dok Unime)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – di berduka atas wafatnya Syawal Gultom, Ketua Senat (), pada Senin (27/4/2026) dini hari.

Kabar kepergian akademisi senior tersebut menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar , tetapi juga masyarakat luas dan insan pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Prof Syawal mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 02.50 WIB di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada hari yang sama setelah Salat Ashar.

Pihak rektorat dan seluruh sivitas akademika Unimed menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner, akademisi berdedikasi, dan panutan bagi banyak kalangan.

“Beliau adalah figur yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan universitas dan kemajuan pendidikan nasional. Dedikasi serta pengabdiannya akan selalu dikenang,” demikian pernyataan resmi dari keluarga besar Unimed.

Selama hidupnya, Prof Syawal dikenal aktif menyuarakan berbagai gagasan strategis untuk memajukan pendidikan. Salah satu karya terbarunya adalah buku berjudul Membangun Negeri dari Sekolah yang diluncurkan pada September 2025 di Auditorium Unimed.

Buku tersebut ditulis bersama Dionisius Sihombing dan Salman Munthe. Melalui karya itu, ia menekankan pentingnya peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter sekaligus pendorong utama pembangunan bangsa.

Dalam berbagai kesempatan, Prof Syawal juga kerap menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses sepanjang hayat yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pemikirannya mengenai peningkatan kualitas guru, pemerataan akses pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari warisan intelektual yang akan terus hidup.

Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi . Doa pun mengalir agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru