Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Timbulkan Pencemaran Lingkungan, PT DMS Terancam Ditutup

Famoni Gulo saat kunjungan kerja ke lokasi pabrik tersebut melihat langsung penanganan limbah yang tidak memenuhi standar

Salah satu lokasi tampungan limbah PT DMS yang sering meluap saat hujan, hingga mencemari lingkungan. (Foto: istimewa)
Salah satu lokasi tampungan limbah PT DMS yang sering meluap saat hujan, hingga mencemari lingkungan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, TAPTENG - , PT Dalanta Marsada Sukses (DMS) terancam ditutup.

Hal ini diungkapkan salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapteng dari Komisi C, Famoni Gulo saat melakukan kunjungan kerja ke PT. DMS di Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu (28/5/2025) lalu. 

Famoni Gulo saat kunjungan kerja ke lokasi pabrik tersebut mengaku melihat langsung penanganan limbah yang tidak memenuhi standar, sesuai dengan undang-undang no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Saya merasa prihatin mengenai potensi limbah yang dapat mencemari lingkungan dan menggangu kesehatan warga sekitar," ucapnya, Sabtu (31/5/2025). 

Dalam pertemuan dengan manajemen PT. DMS, Famoni mempertanyakan status surat izin dan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

Namun, jawaban KTU PT. DMS, Sri Rahayu, menimbulkan keraguan karena dokumen terkait dan hasil laboratorium limbah ternyata disimpan di Medan.

“Hal ini menimbulkan dugaan bahwa PT. DMS mungkin beroperasi tanpa izin yang lengkap, melanggar regulasi yang ada, serta menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat,” jelasnya.

Famoni meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait keberadaan PT. DMS, bila perusahaan tersebut tidak dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

"maka keberadaannya patut dipertanyakan, dan mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penutupan sementara operasi PT. DMS sampai legalitas perusahaan ini jelas," ucapnya.

Beberapa orang masyarakat sekitar pabrik ketika dikonfirmasi juga tidak pernah mengetahui secara jelas keberadaan pabrik tersebut.

"Mulai dari kapan diresmikan, bagaimana pengelolaan limbahnya dan apa memiliki izin beroperasi, kita tidak mengetahuinya," tutup warga.

(jjm/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait