Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tiga Jenazah Korban Bus ALS Belum Teridentifikasi, Masih Tunggu DNA Keluarga

Tim DVI tunggu sampel DNA keluarga untuk identifikasi 3 jenazah korban kecelakaan maut Bus ALS di Palembang

Bagikan:
Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh. Hasan, Jumat (15/5/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh. Hasan, Jumat (15/5/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri hingga saat ini masih menunggu sampel DNA pembanding dari pihak keluarga untuk mengidentifikasi tiga jenazah tersisa korban kecelakaan maut yang masih berada di .

Tim medis telah berhasil mengamankan data DNA profil postmortem dari sisa jaringan tubuh korban, namun proses rekonsiliasi akhir terhambat kendala geografis karena keberadaan keluarga inti para korban yang berada jauh di luar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 

“Dari tiga jenazah tersebut, kita sudah memiliki data DNA dari profil postmortem. Namun kita masih memerlukan data pembanding dari keluarga, yang saat ini masih dalam proses pengambilan karena lokasi keluarga cukup jauh,” ujar Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, Sabtu (16/5/2026).

Hastry menjelaskan, sampel primer postmortem terpaksa diambil dari sisa-sisa tulang jenazah mengingat kondisi tubuh korban yang sudah tidak utuh akibat dampak kecelakaan dan kebakaran.

Guna melakukan pencocokan secara saintifik, tim DVI memerlukan sampel pembanding berupa swab bukal (puskes dinding mulut bagian dalam) dari keluarga sedarah yang memiliki hubungan biologis langsung dengan korban.

“Kalau dari kami, sampel diambil dari bagian tubuh yang masih bisa diambil, termasuk sisa-sisa tulang yang kondisinya sudah tidak bagus lagi. Sedangkan dari keluarga, biasanya kita melakukan swab bukal dari orang tua, saudara kandung, atau anak-anak,” jelasnya.

Berdasarkan data antemortem sementara, tiga korban tewas yang identitasnya belum terverifikasi secara resmi tersebut di antaranya adalah Marmukarnovi Salim Bin Jasa Salim asal , serta Sukarti Bin Pai Min dan Serebdo Hurning yang keduanya berasal dari .

Aparat kepolisian bersama tim medis memastikan proses penyidikan dan pencocokan manifest perjalanan penumpang ini akan terus dilakukan secara rigid hingga seluruh jenazah berhasil dipastikan identitasnya.

“Dan untuk tiga korban tersebut, saat ini kita masih mencari data antemortem, yaitu data sebelum mereka meninggal dunia yang diperoleh dari keluarga, misalnya orang tua, saudara kandung, atau anak kandung. Semoga kita bisa segera mendapatkan data antemortemnya sehingga bisa segera dilakukan pencocokan data DNA mereka,” pungkasnya.

(Tia/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait