Tiga Jenazah Korban Bus ALS Belum Teridentifikasi, Masih Tunggu DNA Keluarga
Tim DVI tunggu sampel DNA keluarga untuk identifikasi 3 jenazah korban kecelakaan maut Bus ALS di Palembang
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri hingga saat ini masih menunggu sampel DNA pembanding dari pihak keluarga untuk mengidentifikasi tiga jenazah tersisa korban kecelakaan maut Bus ALS yang masih berada di RS Bhayangkara Palembang.
Tim medis telah berhasil mengamankan data DNA profil postmortem dari sisa jaringan tubuh korban, namun proses rekonsiliasi akhir terhambat kendala geografis karena keberadaan keluarga inti para korban yang berada jauh di luar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Dari tiga jenazah tersebut, kita sudah memiliki data DNA dari profil postmortem. Namun kita masih memerlukan data pembanding dari keluarga, yang saat ini masih dalam proses pengambilan karena lokasi keluarga cukup jauh,” ujar Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, Sabtu (16/5/2026).
Hastry menjelaskan, sampel primer postmortem terpaksa diambil dari sisa-sisa tulang jenazah mengingat kondisi tubuh korban yang sudah tidak utuh akibat dampak kecelakaan dan kebakaran.
Guna melakukan pencocokan secara saintifik, tim DVI memerlukan sampel pembanding berupa swab bukal (puskes dinding mulut bagian dalam) dari keluarga sedarah yang memiliki hubungan biologis langsung dengan korban.
“Kalau dari kami, sampel diambil dari bagian tubuh yang masih bisa diambil, termasuk sisa-sisa tulang yang kondisinya sudah tidak bagus lagi. Sedangkan dari keluarga, biasanya kita melakukan swab bukal dari orang tua, saudara kandung, atau anak-anak,” jelasnya.
Berdasarkan data antemortem sementara, tiga korban tewas yang identitasnya belum terverifikasi secara resmi tersebut di antaranya adalah Marmukarnovi Salim Bin Jasa Salim asal Semarang, serta Sukarti Bin Pai Min dan Serebdo Hurning yang keduanya berasal dari Sumatera Utara.
Aparat kepolisian bersama tim medis memastikan proses penyidikan dan pencocokan manifest perjalanan penumpang ini akan terus dilakukan secara rigid hingga seluruh jenazah berhasil dipastikan identitasnya.
“Dan untuk tiga korban tersebut, saat ini kita masih mencari data antemortem, yaitu data sebelum mereka meninggal dunia yang diperoleh dari keluarga, misalnya orang tua, saudara kandung, atau anak kandung. Semoga kita bisa segera mendapatkan data antemortemnya sehingga bisa segera dilakukan pencocokan data DNA mereka,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·46 menit yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDarurat Kemanusiaan, 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza Terendam Banjir Ekstrem
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTKA Sribilah Utama Berhenti di Stasiun Lima Puluh dan Perbaungan Mulai 1 Desember 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELIntegrasi Pelabuhan Tanjung Carat dan Boom Baru Jangan Saling Mematikan
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
PERISTIWAHelikopter Water Bombing BNPB Jatuh di Sungai Barito, Seluruh Kru Selamat
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
OLAHRAGAManchester City Telan Tiga Kekalahan Beruntun, Enzo Maresca Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan