Tegaskan Gaji ASN, PPPK dan Honorer Aman, Gubernur Sumsel: Hak Pegawai Tidak Boleh Ditunda Apalagi Dipotong
Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan gaji ASN, PPPK, dan honorer tetap aman, tepat waktu, serta tidak boleh ditunda maupun dipotong.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjamin pembayaran gaji seluruh aparatur di wilayahnya tetap aman dan tepat waktu. Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, hak penghasilan bagi ASN, PPPK, hingga honorer menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditunda atau dipotong.
"Dari awal saya sering mengingatkan untuk kabupaten/kota, prioritaskan take-home pay pegawai itu. Jangankan tidak dibayar, dikurangi pun tidak boleh," tegas Deru, Selasa (4/8/2026).
Deru mengatakan jika kepastian penghasilan pegawai berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat, mulai dari pembiayaan pendidikan anak hingga pemenuhan gizi keluarga. Oleh karena itu, Pemprov Sumsel sejak awal telah mengalokasikan dan memprioritaskan anggaran belanja pegawai secara cermat.
Ia membantah jika kondisi keuangan daerah di Sumsel yang stabil disebabkan oleh kemampuan fiskal yang berlebihan atau serba mewah. Stabilitas tersebut murni lahir dari manajemen prioritas yang terarah.
"Kenapa di Sumsel kita tidak mengeluhkan fiskal untuk pembiayaan pegawai? Karena memang sudah kita persiapkan. Bukan aman karena kita punya kemewahan, tapi memang kita prioritaskan itu. Mereka punya planning budget keluarga untuk anak sekolah dan gizi anak-anaknya, ini tidak boleh berubah," katanya..
Menanggapi sorotan porsi belanja pegawai di beberapa daerah yang melampaui ambang batas 30 persen sesuai Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), dirinya meminta publik tidak serta-merta menilai hal tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran. Menurutnya, lonjakan persentase belanja pegawai secara matematis terjadi akibat penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
"Kalau TKD-nya menjadi rendah, otomatis posisi persentasenya menjadi naik di atas 30 persen. Itu bukan berarti daerah ini boros, bukan. Yang menjadi fokus utama adalah kemampuan fiskalnya mampu atau tidak," imbuhnya.
Hingga saat ini, Pemprov Sumsel belum menerima laporan atau keluhan resmi dari pemerintah kabupaten/kota terkait kendala pembayaran hak ASN, PPPK, maupun honorer. Tantangan fiskal yang dihadapi daerah saat ini lebih banyak berfokus pada alokasi pembangunan infrastruktur.
"Sampai dengan saat ini tidak ada keluhan yang disampaikan secara formal ke saya, karena irisannya memang sudah difokuskan untuk itu. Yang jelas ASN dan PPPK di Sumsel aman dan tetap bekerja dengan baik," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan